Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Chef Haryo: Kaldu Menjadi Kunci Kelezatan Bubur Ayam

Sabtu 13 Apr 2019 15:24 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Reiny Dwinanda

Bubur ayam untuk sarapan.

Bubur ayam untuk sarapan.

Foto: Republika/Prayogi
Bubur ayam awalnya masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dari Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bubur telah menjadi salah satu makanan populer di Indonesia. Bubur yang merupakan kuliner khas Cina itu telah mengalami perubahan setelah diadaptasi oleh masyarakat setempat.

Chef Haryo Pramoe menjelaskan, perkembangan bubur dimulai dari pesisir melalui jalur perdagangan. Bubur yang tadinya menggunakan daging babi diganti dengan ayam atau kaldu ikan karena adanya persilangan budaya dan perubahan keyakinan.

"Tadinya bubur menggunakan daging babi atau dengkul babi, namun karena persilangan budaya dan menjadi mualaf lalu berubah," kata Haryo kepada Republika.co.id, Sabtu (13/4).

Selanjutnya, variasi kaldu dan pelengkap bubur juga bergantung pada letak geografis sebuah daerah. Haryo mencontohkan bubur yang populer di kawasan peternakan ayam akan menjadi bubur ayam.

Baca Juga

Di kawasan pertanian yang kaya akan kunyit dan kelapa maka bubur ayam muncul dengan kaldu kuah kuning atau yang dikenal dengan bubur ayam sukabumi. Bubur, menurut Haryo, terus mengalami perkembangan.

"Satai usus, satai ati ampela, dan telur puyuh itu dijadikan pelengkap bubur karena bahan pangan tersebut mudah yang ditemukan di sana," jelasnya.

Haryo menjelaskan, sebutan untuk bubur, sebenarnya tergantung pada tujuan dan kepentingan suatu daerah atau negara. Itu karena kuliner dapat menjual atau mempromosikan suatu daerah.

"Bubur itu adalah geopolitis, geografi dan politik. Bubur ayam ada yang khas Betawi, atau khas Malaysia misalnya, boleh saja," jelasnya.

Haryo yang memiliki sertifikat Chef Halal Indonesia ini mengatakan kunci dalam membuat bubur terletak pada kaldu. Dia menjelaskan, kaldu yang tepat adalah dengan memerhatikan bahan-bahan.

"Kunci membuat bubur itu di kaldu. Dengan bahan garam, air jahe, minyak wijen, dan perhatikan kekentalan kaldunya," katanya.

Haryo menambahkan, untuk memasak bubur ayam yang enak, masyarakat bisa berkiblat pada bubur Kanton. Sebab, bubur tersebut merupakan bubur yang legendaris.

"Soal bubur, bubur ayam yang terbaik itu ya resep cantonese, karena resepnya tua dan telah teruji oleh zaman," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA