Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Sudah Coba Bubur Cap Tiger di Jalan Cikajang?

Sabtu 13 Apr 2019 09:00 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Reiny Dwinanda

Bubur ikan dori di restoran Bubur Cap Tiger, Jl Cikajang, Jakarta Selatan.

Bubur ikan dori di restoran Bubur Cap Tiger, Jl Cikajang, Jakarta Selatan.

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Bubur Cap Tiger menyediakan tiga variasi menu untuk penggemar bubur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di Jalan Cikajang, Jakarta Selatan, terdapat restoran Bubur Cap Tiger yang terkenal dengan tiga variasi buburnya. Cerita rasa dan suasana restorannya menjadi buah bibir di media sosial.

Baca Juga

Bubur Ayam Cap Tiger merupakan bisnis seorang dokter yang memiliki semangat untuk berkontribusi di dunia kuliner. Dr Jhon Darmawan (33) membuka restoran bubur ala kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat, setelah mengamati jenis kuliner yang berdiri di Jakarta Selatan.

Meskipun belum lama buka, sejatinya Bubur Cap Tiger telah John persiapkan jauh-jauh hari. Ia menyusun konsep restorannya selama dua tahun dan membutuhkan satu tahun lagi untuk mematangkan konsepnya.

"Saya ingin membuat suatu hal (makanan) yang enak di Jakarta Selatan," katanya kepada Republika.co.id, Sabtu (6/4).

Untuk langkah awal, Jhon menyatakan masih menyajikan menu yang umum atau 'generik' untuk memudahkan pelanggan mengenali restonya. Sejauh ini, terdapat tiga menu utama yang disediakan, bubur polos, bubur ayam, dan bubur ikan.

Sebagai tambahan, dokter spesialis kulit itu mengatakan terdapat bubur beras merah yang sengaja disajikan bagi pengunjung pecinta tekstur kasar. Menurutnya, itu alternatif yang lebih sehat.

"Saya menambahkan opsi menu yang lebih sehat dan juga bagi orang yang suka mengunyah, lebih suka tekstur di mulutnya, lebih berasa kalau kita makan," katanya.

Menurut John, beras merah memiliki serat yang lebih banyak di banding bubur putih, proses pengolahan pun juga memakan cukup banyak waktu. Dia menjelaskan, beras merah dimasak dengan adonan kaldu ayam, bawang merah dan putih, jahe, susu, garam, gula, dan diberi sedikit penyedap rasa.

"Posesnya dari awal beras, ditanak sampai beras pecah. Jadi bukan kita masak nasi dulu baru bubur karena ketika kita masak bubur sampai pecah itu bumbu akan lebih menyerap," jelasnya.

Lauk yang disajikan pun cukup beragam, mayoritas mengusung bahan serba ayam. Ada ayam kampung yang disajikan secara utuh, ati, ampela, hingga telur. Tak hanya itu, tahu, sayur asin, hingga cakwe pun disajikan sebagai variasi.

Desain restoran

Selain itu, Jhon juga sengaja menghadirkan design interior yang unik dan menyenangkan. Mengusung konsep Chinese look dengan lukisan yang dipajang di dinding dan tiga bagian ruangan yang disekat dengan pintu model lama akan membuat pengunjung lebih betah dan merasa nyaman.

"Konsepnya Cina, tapi bukan Cina yang mewah. Set desainnya lebih clean dan jauh lebih minimalis," katanya.

Pertama kali masuk ke dalam restoran, pengunjung akan langsung berada di bagian tengah, yang terdapat meja kasir dan bangku-bangku merah area bebas rokok. Hal itu, karena lokasi restoran berada di ruko lantai dua, yang memiliki tangga kecil langsung menuju bagian tengah.

photo
Bubur Cap Tiger, Jl Senopati, Jakarta Selatan.


Pada bagian depan dan belakang, ruangan dipergunakan untuk area merokok. Bagian dinding di desain dengan membentuk butiran-butiran telur dengan cat warna biru menyerupai telur asin.

Sedangkan, untuk tempat duduk, kursi dibuat melingkar bulat yang khas akan unsur China. "Jadi warna-warnanya dari makanan. Merah dari beras merah yang dapat membangkitkan suasana dan membuat bahagia," jelasnya.

Harga dan jam buka
Untuk harga, Bubur Ayam Cap Tiger yang kedainya berlokasi di kawasan cukup elite tersebut menyediakan bubur polos Rp 25 ribu. Bubur ayam ditawarkan Rp 40 ribu.

Sementara itu, bubur ikan dori ditawarkan Rp 45 ribu. Menurut Jhon, untuk bubur restorannya sengaja menggunakan ikan dori agar tidak menimbulkan bau lumpur.

"Kalau ikan nila itu dikhawatirkan masih menimbulkan bau lumpur saat diolah dalam bubur," kata Jhon.

Bagaimana rasanya? Mari coba cicipi. Sesendok bubur yang masuk kedalam mulut akan membuat penikmat tersenyum dengan kelembutan tekstur bubur.

Potongan daging ikan dori dalam semangkuk bubur dengan rasa manis pada daging akan mengejutkan penikmat bubur. Aroma sedap dalam kaldu yang terbuat dari tulang ayam kampung menggoda pelanggan untuk melanjutkan sendokan hingga suapan terakhir.

Jika ingin bubur beras merah, pelanggan hanya perlu menambah lima ribu saja rupiah.

Pengunjung dapat menikmati bubur ayam Cap Tiger mulai Selasa-Kamis dan Ahad pukul 17.00 WIB hingga 01.00 WIB. Lantas, di hari Jumat dan Sabtu pengunjung bisa datang mulai pukul 17.00 WIB hingga 03.00 WIB.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA