Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Makan Seafood Bantu Hidup Lebih Sehat di Masa Tua

Kamis 18 Oct 2018 12:18 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Salmon mengandung omega-3.

Salmon mengandung omega-3.

Foto: flickr
Mereka yang lebih rajin makan ikan berisiko kesehatan lebih rendah di masa tua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan laut atau dikenal dengan seafood sering dihindari oleh beberapa orang karena dapat menggangu kesehatan. Studi baru mengungkapkan, lemak yang ditemukan dalam makanan laut justru dapat membantu tubuh tetap sehat hingga masa depan.

Studi baru yang dipublikasikan BMJ menyatakan, makanan laut memiliki tingkat asam lemak omega-3 polyunsaturated yang lebih tinggi. Lemak sehat ini ditemukan dalam makanan seperti ikan, kacang-kacangan, sayuran, dan minyak biji rami.

Omega-3 yang ditemukan dalam makanan laut tampaknya memiliki efek yang paling kuat. Peneliti studi Heidi Lai menyatakan, mereka mencoba meneliti hubungan anatara asam lemak dan omega-3 dengan komponen penuaan sehat bagi individu.

"Studi kami berkontribusi pada kesenjangan pengetahuan itu," ujar Heidi di Sekolah Ilmu dan Kebijakan Gizi Friedman School di Tufts, dikutip dari Time, Kamis (18/10).

Para peneliti memfokuskan secara khusus pada penuaan yang sehat. Artinya hidup sampai usia lanjut tanpa kondisi kronis seperti penyakit jantung, demensia dan kanker, atau meninggal setelah usia 65 tahun, bukan pada umur panjang, karena itu adalah penanda yang lebih baik dari tujuan yang sebenarnya.

"Orang-orang saat ini hidup lebih lama, namun mereka tidak selalu dalam keadaan sehat. Tidak ada yang benar-benar ingin hidup panjang dan menghabiskan sebagian besar hidup mereka yang terbebani dengan penyakit," ujar Lai.

Peneliti memeriksa lebih dari 2.600 orang dewasa lebih tua yang berpartisipasi dalam Studi Kesehatan Kardiovaskular Amerika Serikat. Semua orang sehat ketika studi dimulai, dan usia rata-rata mereka adalah 74 tahun.

Studi ini mengambil sampel darah untuk mengukur kadar 46 asam lemak omega-3 yang berbeda pada awal penelitian, enam tahun kemudian dan tujuh tahun setelah itu. Orang-orang juga memberikan informasi kesehatan dan demografi di setiap kunjungan klinik, dan mengisi daftar pertanyaan diet yang terperinci menjelang dimulainya masa studi.

Setelah hampir 25 tahun masa tindak lanjut, hanya 11 persen orang yang memenuhi definisi untuk penuaan sehat. Hal itu berasal dari asam lemak omega-3 yang berperan. Dibandingkan dengan orang dengan tingkat omega-3 rendah, mereka yang memiliki tingkat tertinggi memiliki risiko 18 persen lebih rendah dari penuaan yang tidak sehat.

Ketika melihat asam lemak spesifik, peneliti menemukan pengurangan paling signifikan dalam risiko penuaan yang tidak sehat yang terkait dengan omega-3 dari makanan laut. Hal tersebut mungkin karena senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan dalam banyak aspek kesehatan, termasuk kesehatan kardiovaskular dan kognitif.

Orang-orang dalam kelompok risiko terendah juga melaporkan mengonsumsi lebih banyak ikan daripada rekan-rekan mereka. Mereka mengonsumsi sekitar dua porsi ikan per minggu, sementara orang-orang dengan kadar omega-3 terendah hanya mengonsumsi makanan laut memakan sekitar satu porsi per minggu.

Heidi menjelaskan, kalau tanaman sumber omega-3, seperti walnut dan biji rami memang memberikan efek sehat. Namun, kalau dibandingkan asam lemak pada ikan, memberikan efek yang berbeda sehingga kemungkinan mengarah pada hasil yang berbeda.

Studi baru ini bersifat observasional, yang berarti tidak dapat membuktikan sebab dan akibat. Namun temuan, ditambah dengan penelitian lain tentang manfaat kesehatan makanan laut dan pedoman diet yang ada, menunjukkan ikan harus menjadi bagian dari diet yang sehat, terutama untuk orang dewasa yang lebih tua.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA