Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Blueberry dan Khasiatnya Bagi Jantung dan Tubuh Kita

Senin 03 Jun 2019 02:18 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Blueberry

Blueberry

Foto: AP
Peneliti menyebut memakan blueberry bisa mengurangi kemungkinan penyakit jantung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya lezat ternyata Blueberry bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Dewan Blueberry Highbush Amerika Serikat baru–baru ini membantu mendanai penelitian untuk menyelidiki manfaat blueberry yang potensial bagi kesehatan jantung.

Para peneliti dari Universitas East Anglia di Inggris bekerja sama dengan para ilmuwan dari Universitas Harvard di Cambridge. Secara khusus, mereka ingin memahami kemungkinan mengonsumsi blueberry secara teratur dapat mengubah profil metabolisme orang dengan sindrom metabolik.

Baca Juga

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang meliputi tekanan darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, kadar gula darah tinggi, dan kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal. Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Saat ini, sindrom metabolik memengaruhi lebih dari sepertiga orang dewasa di A.S. Bberapa ahli menyebutkan kondisi tersebut epidemi global.

"Studi sebelumnya menunjukkan orang yang secara teratur mengonsumsi blueberry memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kondisi termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular karena blueberry kaya akan senyawa alami yang disebut anthocyanin," kata ketua penelitian Prof. Aedin Cassidy, dilansir dari Medicalnewstoday, Senin (3/5).

Antosianin adalah pigmen yang larut dalam air yang bisa tampak merah, hitam, biru, atau ungu. Flavonoid ini ada di jaringan - termasuk batang, daun, bunga, akar, dan buah-buahan. Studi sebelumnya telah mengungkapkan hubungan antara peningkatan konsumsi antosianin dan penurunan risiko kematian.

Untuk melakukan penelitian, tim merekrut 115 peserta, usia 50 tahun hingga 75 tahun, yang semuanya kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki sindrom metabolik. Penelitian berjalan selama 6 bulan, ini adalah penelitian terlama dari sebelumnya.

"Kami menemukan bahwa makan 1 cangkir blueberry per hari bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular antara 12 dan 15 persen." Ujar salah satu peneliti,  Dr. Peter Curti.

Para ilmuwan percaya bahwa manfaat kardiovaskular yang mereka lihat terutama disebabkan oleh kehadiran anthocyanin dalam blueberry. Di usus bagian bawah, tubuh memetabolisme anthocyanin untuk menghasilkan berbagai bahan kimia, beberapa bahan kimia ini menyediakan makanan bagi bakteri usus dan "kemungkinan memainkan peran metabolisme bermanfaat yang penting," kata penulis penelitian.

Blueberry mungkin merupakan tambahan yang menyehatkan dari diet apa pun, seperti kebanyakan buah dan sayuran lainnya. Namun, para ilmuwan perlu melakukan penelitian yang lebih besar untuk mengkonfirmasi manfaat klinis blueberry

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA