Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Suntik Botoks, Bukan Semata untuk Estetika

Kamis 27 Jun 2019 05:42 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Suntik Botox

Suntik Botox

Foto: AP
Suntik botoks juga dapat bermanfaat untuk kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Belakangan, media sosial seolah menuntut generasi milenial untuk tampil sempurna di depan kamera. Alhasil, banyak di antara mereka yang masih berusia 20-an berani mencoba berbagai macam perawatan kecantikan, termasuk suntik botoks. Apakah aman melakukannya di usia sedini itu?

Dokter spesialis estetika dan anti-aging sekaligus founder Jakarta Aesthetic Clinic dr Olivia Ong menjelaskan, semua tindakan estetika medis seperti halnya botoks harus didasarkan pada indikasi. Artinya, jika pasien dinilai telah memenuhi syarat dan membutuhkan tindakan botoks walau masih berusia 20 tahun maka bisa dilakukan botoks.

“Kalau misalnya pasien itu menunjukkan indikasi atau telah memenuhi syarat untuk dilakukan botoks maka kami akan membantu, tentunya dengan kadar pas untuk dirinya karena memang perawatan kulit lebih bagus jika dilakukan dari muda,” kata dr Ong di Jakarta, Rabu (26/6).

Sebelum mendapatkan suntikan botoks, dr Ong menyarankan agar pasien melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis estetika. Apabila pasien masih di bawah usia 17 tahun, dia menyarankan agar konsultasi dilakukan dengan didampingi oleh orang tua atau keluarga.

“Satu hal lagi untuk memastikan keamanan pasien, saya sarankan agar pasien datang ke klinik yang benar-benar berizin dan terpercaya, juga dokter estetika yang ahli sehingga penanganan botoks dapat dilakukan secara aman dan profesional," jelas dia.

Presiden Director of Miracle Aesthetic Group, dr Lanny Juniarti, sependapat bahwa botoks boleh dilakukan di usia belia berdasar pada kebutuhan pasien. Menurut dia, botoks bukan hanya semata-mata untuk kebutuhan estetika namun juga untuk kesehatan.

“Saya pernah punya pasien juga usia remaja, dia mengalami pembesaran otot sehingga rahangnya besar. Nah setelah diperiksa membutuhkan terapi botoks. Itu kan bukan hanya untuk estetika, tapi bermanfaat untuk merilekskan otot rahangnya sehingga nyaman digunakan mengunyah,” jelas dia.

Lanny menilai, perlu adanya perubahan paradigma masyarakat tentang perawatan estetika medis. Selama ini perawatan estetika medis sering dipandang negatif dan tabu, padahal perawatan estetika penting juga dilakukan untuk merawat kulit wajah. Dalam dunia estetika medis, botoks berfungsi untuk mengurangi kerutan di wajah, menaikkan alis, koreksi bentuk rahang dan menurunkan produksi keringat berlebih.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA