Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Studi Kaitkan Kekurangan Vitamin D dan Insomnia

Rabu 05 Jun 2019 02:55 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Berada di bawah matahari merupakan salah satu cara mendapatkan vitamin D.

Berada di bawah matahari merupakan salah satu cara mendapatkan vitamin D.

Foto: Republika/Prayogi
Orang yang kekurangan vitamin D bisa jadi mengalami insomnia.

REPUBLIKA.CO.ID, HOUSTON -- Sulit memulai tidur di malam hari? Coba cek, bisa jadi tubuh Anda kekurangan vitamin D.

Hal itulah yang terjadi pada Debra Kerr, perempuan berusia 56 tahun yang tinggal di Houston, AS. Kerr merupakan sosok yang suka berolahraga. Namun, ia tak lagi bisa rutin melakukannya, terutama semenjak mengalami kecelakaan.

Baca Juga

Setelah kecelakan perahu pada 2011, Kerr menderita patah tulang. Begitu sembuh, Kerr malah menderita insomnia dan kelelahan luar biasa.

 "Kelelahan kronis ini tidak pernah hilang. Saya pikir itu akibat terlalu banyak bekerja atau jalan," kata Kerr.

Ternyata, bukan aktivitas fisik yang membuat Kerr kelelahan. Biang keladinya ada di kekurangan vitamin D. Terlebih, ia jarang terpapar sinar mentari selama masa pemulihan.

Dokter yang menanganinya, Dr Gisele Leon-Ritch menjelaskan, vitamin D sangat penting untuk setiap fungsi dari kesehatan tulang hingga kesehatan otak. Oleh sebab itu, dia menyarankan berjemur di bawah sinar matahari.

Berada di bawah sinar matahari adalah salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D yang dibutuhkan. Akan tetapi, dokter Leon-Ritch mengatakan, dengan lebih banyak orang yang memakai tabir surya, terutama mereka yang berkulit gelap, kekurangan vitamin D.

"Dalam praktik saya, 50 persen pasien tampak kekurangan vitamin D. Dalam kasus Kerr, ketika dia datang kepada saya, dia mengalami peradangan kronis dan insomnia," kata Leon-Ritch.

Bagi Kerr, mengetahui bahwa dia kekurangan vitamin D adalah sebuah petunjuk untuk menyembuhkan diri dari insomnia.

Sementara itu, sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan langsung antara vitamin D dan kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik. Begitu Kerr mulai mengonsumsi suplemen Vitamin D, segalanya membaik.

"Aku jadi sangat berenergi hingga bisa bepergian tanpa terusik kelelahan seperti dulu," kata Kerr.

Sinar matahari hanyalah salah satu cara untuk mendapatkan dosis Vitamin D. Selain itu, ada cara lain untuk mendapatkan vitamin D dalam jumlah yang lebih tinggi, yakni dengan mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon, trout, dan tuna atau dari makanan yang diperkaya, seperti susu dan yoghurt.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA