Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Vaksin Orang Dewasa Penting untuk Cegah Penyakit Infeksi

Senin 24 Jun 2019 16:08 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Christiyaningsih

Vaksin (ilustrasi).

Vaksin (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Rogelio V Solis
Di Indonesia, penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah penting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di Indonesia, penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah penting. Sejak tahun 2000-an, setelah PBB berupaya menekan angka kematian akibat tuberkulosis, HIV/AIDS, dan penyakit infeksi lainnya, angka kematian kini mengalami transisi menjadi penyakit aterosklerosis kardiovaskular. Misalnya, penyakit jantung iskemia dan serebrovaskular.

Suhendro dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia (UI) bidang Ilmu Penyakit Dalam mengatakan kendati telah terjadi transisi namun jumlah kasus infeksi masih cukup tinggi. "Infeksi yang berhubungan dengan kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia," kata Suhendro di UI Salemba Jakarta, akhir pekan lalu.

Suhendro menguraikan salah satu upaya pencegahan infeksi dan mengurangi risiko peningkatan respons inflamasi yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Upaya itu adalah berupa vaksin atau imunisasi pada orang dewasa.

"Vaksinasi memberikan manfaat untuk mencegah penyakit infeksi dan dapat berkontribusi menurunkan risiko peningkatan inflamasi kronik," lanjutnya.

Kadar inflamasi kronik dipengaruhi pajanan infeksi masa lampau. Infeksi pada masa lampau bersama faktor risiko tradisional diduga berperan meningkatkan penyakit kardiovaskular pada masa mendatang.

Untuk mencegah tingginya inflamasi akut yang dapat memengaruhi kadar inflamasi kronik masa yang akan datang, diperlukan diagnosis dini penyebab infeksi. Caranya dengan pemeriksaan klinis dan penunjang serta pengobatan yang tepat.

Pengobatan penyakit infeksi didasarkan atas diagnosis penyakit yang ditegakkan secara klinis dengan atau tanpa pemeriksaan penunjang. Setelah diagnosis ditegakkan, untuk menentukan pengobatan, dokter dianjurkan untuk  menggunakan pedoman pengobatan (guidelines).

Tujuan utama penggunaan pedoman pengobatan khususnya  pada penyakit infeksi adalah untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien, karena pedoman pengobatan
didasarkan atas bukti ilmiah terbaik.

Dia mengatakan faktor yang memengaruhi penyakit infeksi antara lain seperti tingginya masalah penyakit infeksi karena perubahan iklim dan penyakit tular vektor. Kedua, akibat resistensi atau kebal terhadap antimikroba.

Prevalensi penyakit infeksi yang membutuhkan antimikroba seperti infeksi saluran napas akut, diare, demam tifoid/paratipoid masih tinggi, sehingga berisiko meningkatkan bakteri yang resisten terhadap antimikroba. Ketiga, meningkatnya jumlah pasien dengan imunitas tubuh yang menurun.

Keempat, munculnya penyakit infeksi baru yang tidak diketahui sebelumnya (contoh: virus nipah, severe acute respiratory syndrome) atau penyakit infeksi yang muncul kembali setelah berhasil menghilang di masa lampau.

Cakupan vaksinasi ini tergolong masih rendah di Indonesia. Utamanya disebabkan masih banyak masyarakat yang ragu, terkendala biaya, dan lainnya. Oleh karenanya, perlu pengembangan kebijakan penggunaan vaksin influenza di Indonesia.

The American Heart Association dan The American College of Cardiology merekomendasikan vaksinasi influenza pada penderita penyakit kronik kardiovaskular. Penelitian pada 2003 hingga 2007 berhasil mengidentifikasi virus influenza pada 20,1 persen.

Baca Juga

Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan pemberian vaksin untuk kelompok risiko tinggi. Seperti usia lanjut, penderita penyakit kronik, peserta ibadah haji, dan pekerja fasilitas kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA