Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Gejala Kanker Paru-Paru Sulit Dideteksi

Kamis 20 Jun 2019 03:00 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi kanker paru

Ilustrasi kanker paru

Foto: Antara
Kanker paru-paru tak memiliki gejala khusus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit kanker paru-paru ternyata sulit dideteksi. Sebab, penyakit ini tak memiliki tanda-tanda secara khusus yang bisa dijadikan tanda khusus terjangkitnya penyakit ini.

Baca Juga

Dokter pulmonologi Sita Andarini menuturkan kanker paru tak memiliki gejala khusus. Inilah yang membedakan dengan penyakit-penyakit kanker lainnya yang umumnya bisa dengan mudah dideteksi.

“Kalau kanker payudara, gejalanya bisa dideteksi dan disadari. Kanker serviks juga mudah pakai pemeriksaan IVA. Sedangkan pada kanker paru itu sulit,” tutur dokter dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Deteksi kanker paru, kata dia, sebenarnya hanya bisa dideteksi dari CT-scan Thorax. Hanya saja, dia tak bisa membayangkan bagaimana semua perokok yang jumlahnya 75 persen dari total jiwa di Indonesia diperiksa melalui CT-scan Thorax.

CT-Scan Thorax juga menelan biaya yang mahal. Penerapannya pun tak hanya sekali, tetapi juga harus berlanjut. Belum lagi, orang yang tak terkena paparan asap rokok juga perlu melakukan CT-Scan Thorax.

Karena itu, Sita mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala umum respirasi. Terlebih, gejala itu harus diwaspadai terhadap para perokok aktif. “Yang jelas yang harus diwaspadai adalah perokok, laki-laki, usia di atas 40 tahun,” tutur dia.

Jika bukan perokok, bukan laki-laki, dan belum berusia 40 tahun tapi memiliki gejala respirasi yang tak kunjung sembuh, maka harus segera berkunjung ke dokter. Dia menyebut gejala respirasi itu terdiri atas batuk atau sesak lebih dari dua pekan yang tak kunjung sembuh meskipun telah diobati.

“Kalau sudah terjadi batuk, lalu sesak napas. Apalagi kalau sesak napas, biasanya telah sampai stadium lanjut.  Lalu, gejala lainnya adalah nyeri dada. Lokasi secara khusus terjadinya nyeri adalah pada dada bagian perifer atau bagian pinggir,” ungkap Sita.

Farah Noersativa

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA