Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Rektor Minta Mahasiswi Diduga Korban Pelecehan Melapor

Selasa 28 May 2019 03:12 WIB

Red: Teguh Firmansyah

pelecehan seksual (ilustrasi)

pelecehan seksual (ilustrasi)

Pelecehan bisa merusak nama baik USU.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu SH, menyarankan mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan  oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, segera melapor kepada rektorat. Dugaan pelecehan itu akan diproses hukum.

"Siapa saja mahasiswa yang menjadi korban pelecehan agar membuat laporan, dan kita akan proses secara hukum," kata Runtung ketika ditemui wartawan di Gedung USU, Medan, Senin.

Kasus pelecehan itu, menurut dia, tidak boleh terjadi di lingkungan perguruan tinggi negeri. Pasalnya, akan merusak nama baik USU. "Sehubungan dengan itu, mahasiswi maupun orang tua harus membuat laporan secara tertulis. Melalui laporan tersebut akan dilakukan pengusutan," ujar Runtung.

Ia menyebutkan, diduga banyak mahasiswi USU yang mengalami kasus pelecehan, tetapi enggan melaporkan kasus yang dialaminya tersebut. "Saya akan tunggu laporan dari mahasiswi maupun pihak keluarga," ucap mantan Dekan Fakultas Hukum USU itu.

Sebelumnya, desakan penyelesaian kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum dosen di FISIP USU terus bergulir. Kali ini giliran mahasiswa yang menggeruduk kampus yang dipimpin oleh Dekan Muryanto Amin.

Mahasiswa yang berunjuk rasa menamakan Mahasiswa Bersatu Universitas Sumatera Utara (Mabesu) terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas dan lintas organisasi.

Sebelum ke Kampus FISIP USU, mahasiswa melakukan longmarch dari Pintu 2 USU. Mereka melakukan orasi terbuka dan memajang poster protes terhadap kampus yang terkesan melakukan pembiaran dengan kasus pelecehan seksual itu.

"Kami mendesak agar kampus memberikan sanksi tegas kepada dosen HS yang telah melakukan tindak asusila. Jika tidak dilakukan, akan menjadi catatan buruk USU sebagai universitas negeri,” kata Gubernur Pemerintahan Mahasiswa (Pema) FISIP USU Harry Cahya Pratama Purwanto dalam orasinya.

Dalam aksi itu, Mabesu menuntut agar dosen tersebut dipecat dari kampus sehingga dapat memberikan efek jera.

Dekan FISIP USU Muryanto Amin yang ditemui di kantornya mengaku serius menangani kasus itu, dan ia juga menyarankan jika ada korban lainnya bisa membuat laporan tertulis.

Muryanto mengatakan, sangat sulit untuk mengumpulkan bukti-bukti kasus pelecehan seksual yang dilakukan HS. Karena itu dia meminta agar dibuat laporan tertulis.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA