Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

New York Hapuskan Alasan Agama Agar Anak tak Divaksin

Rabu 19 Jun 2019 07:17 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Foto: EPA
Semua anak di New York harus divaksin sebelum bisa masuk sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kota New York, Amerika Serikat, menghapuskan pengecualian agama terhadap persyaratan vaksin untuk anak-anak sekolah. Keputusan tersebut diambil karena wabah campak berkembang menjadi yang terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

Kondisi yang terus memburuk mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali dengan memberi orang tua cara untuk memilih keluar dari aturan imunisasi. Senat dan Majelis Demokrat memilih untuk mencabut pengecualian yang dulu diterapkan. Peraturan dulu masih memungkinkan orang tua yang memiliki keyakinan agama tertentu untuk melepaskan anak mereka dari vaksin untuk kerperluan pendaftaran sekolah.

Gubernur New York Andrew Cuomo menandatangani keputusan beberapa menit setelah pemungutan suara terakhir pada hari Kamis (13/6). Undang-undang tersebut segera berlaku dan memberi siswa yang belum divaksinasi harus melakukannya hingga 30 hari setelah mereka masuk sekolah untuk menunjukkan telah mendapatkan dosis pertama dari setiap imunisasi yang diperlukan.

Dengan langkah tegas yang dilakukan kota New York, pembebasan seputar vaksin sudah dilakukan di 45 negara. Meskipun anggota parlemen di beberapa dari mereka telah memperkenalkan undang-undang untuk menghilangkan pengabaian.

Masalah pemberlakuan vaksin diperdebatkan dengan panas dan perdebatan yang sangat keras. Banyak yang beralasan kewajiban vaksin bertentangan dengan kebebasan beragama yang dibatasi, namun peringatan kesehatan masyarakat saat ini sedang terancam.

Wabah campak tahun ini di Amerika Serikat telah melampaui 1.000 penyakit. Menurut pejabat federal, angka itu menjadi yang tertinggi dalam 27 tahun.

Wabah campak saat ini telah memperbarui kekhawatiran tentang pembebasan di banyak negara. Bangsa ini terakhir melihat sebanyak kasus pada tahun 1992, ketika lebih dari 2.200 dilaporkan.

California menghapus pengecualian vaksin keyakinan pribadi untuk anak-anak di sekolah negeri dan swasta pada tahun 2015. Keputusan ini diambil setelah wabah campak di Disneyland membuat 147 orang sakit dan menyebar ke seluruh AS dan ke Kanada. Maine mengakhiri pembebasan vaksin awal tahun ini, kemudian Mississippi dan Virginia Barat juga tidak mengizinkan pengecualian agama, dilansir dari Fox News.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA