Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Empat Cara Menahan Godaan Makanan Cepat Saji

Senin 17 Jun 2019 17:30 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Christiyaningsih

Makanan siap saji seperti burger dan kentang goreng merupakan salah satu contoh makanan berkalori tinggi.

Makanan siap saji seperti burger dan kentang goreng merupakan salah satu contoh makanan berkalori tinggi.

Foto: corbis
Meski berdampak buruk, sering kali kita tak dapat menahan godaan makanan cepat saji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah bukan rahasia lagi jika makanan cepat saji menawarkan kecepatan maupun kelezatan untuk disantap. Meski sudah banyak diketahui dampak buruk makanan cepat saji, tetap saja sering kali tidak bisa menahan godaan untuk memakannya.

Dilansir Men's Health, tentu ada cara agar bisa menahan godaan menikmati makanan yang dianggap sampah tersebut. Berikut tips dan trik menurut ilmuwan saraf Peter Hall, dari Universitas Waterloo dan Nicole Avena dari Sistem Kesehatan Gunung Sinai.

1. Alihkan perhatian

Aroma kentang goreng mungkin telah ada dalam memori otak Anda. Bagaimana cara melawannya? Cobalah mengalihkan perhatian dengan berjalan cepat atau bermain game visual yang menguasai memori kerja seperti Tetris. Dengan begitu, memori bisa teralihkan dari aroma kentang kepada permainan.

2. Tempatkan penghalang fisik

Korteks orbitofrontal berfungsi mengevaluasi memori, indera, dan pengalaman. Ambil contoh Anda punya pengalaman memakan cokelat atau Cheetos. Dorongan untuk mengulangi pengalaman menyenangkan masa lalu itu akan tumbuh lebih kuat dan menyalakan sistem saraf otonom.

Cara melawannya bisa dengan menempatkan penghalang fisik antara Anda dan godaan. Misalnya, simpan es krim di lemari es bagian terdalam. Pilih rute pulang dari kantor yang tidak akan membawa Anda melewati area penjual makanan siap saji.

3. Fokus sisi negatif

Korteks prefrontal dorsolateral yang terletak di bagian depan kepala merupakan faktor konsekuensi jangka panjang dari tindakan, norma sosial, serta motif lain untuk menahan diri. Jika lapar, kurang tidur, atau stres, Anda akan cenderung menyerah pada keinginan akan makanan cepat saji.

Cara melawannya, fokuslah pada sisi negatifnya atau bayangkan donat jatuh di lantai yang kotor. Sebuah studi pencitraan otak menunjukkan bahwa latihan pikiran ini bisa meningkatkan aktivasi korteks prefrontal dorsolateral.

4. Olahraga teratur

Sebuah gigitan bisa melibatkan hampir semua indera Anda, mengirimkan muatan data sensorik ke korteks gustatory. Sel pencari rasa di seluruh sistem pencernaan mengirimkan sinyal kesenangan kembali ke otak Anda.

Cara melawannya bisa dengan olahraga teratur guna memperkuat korteks prefrontal dorsolateral. Dengan memicu aliran darah yang kaya akan oksigen, hormon, dan glikogen yang tersimpan maka semakin sering Anda berkeringat, semakin kuat disiplin Anda.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA