Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Hati-Hati, Bahan Kimia dalam Kaus Kaki Bayi Memicu Penyakit

Senin 17 Jun 2019 05:12 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Israr Itah

Kaus kaki bayi (ilustrasi).

Kaus kaki bayi (ilustrasi).

Foto: Youtube
Sampel yang dianalisis terdiri dari 32 pasang kaus kaki bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sembilan dari 10 pasang kaus kaki bayi 0-4 tahun mengandung jejak bahan kimia bisphenol A dan paraben. Aktivitas hormonal dari dua pengganggu endokrin ini telah dikaitkan dengan disfungsi yang dapat memicu penyakit pada anak-anak dan dewasa.

Dikutip News Medical, studi itu diungkapkan sebuah tim ilmuwan dari Universitas Granada, Biohealth Research Institute di Granada, Rumah Sakit Klinik San Cecilio, dan Pusat Penelitian Biomedis dalam Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat (CIBERESP). Studi ilmiah ini pertama dari jenisnya yang dilakukan di Eropa.

Sampel yang dianalisis terdiri dari 32 pasang kaus kaki bayi baru lahir hingga usia 48 bulan. Sampel analisis itu dibeli di tiga jenis toko ritel, pertama pengecer barang murah lokal, tiga pasang seharga 1,50-1,80 Euro. 

Kedua, pengecer internasional berbiaya rendah dan mode cepat, tiga pasang seharga 3,00-4,50 Euro. Ketiga, merek pakaian ritel internasional berkualitas tinggi, tiga pasang seharga 6,95-7,95 Euro.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik kimia analitik yang canggih dan melakukan tes biologis kompleks. Hal itu dikerjakan untuk mengukur aktivitas hormonal. 

Kemudian, para peneliti yang berbasis di Granada, Spanyol mempelajari keberadaan komponen plastik bisphenol A. Serta bahan pengawet yang dikenal sebagai paraben dan aktivitas hormonal (estrogenisitas dan andogenisitas) dari ekstrak kaus kaki.

Konsentrasi dua bahan kimia yang ditemukan dalam sampel kaus kaki pertama mencapai maksimum 3.736 ng bisphenol A per gram kain. Jumlah rata-rata bisphenol A ini lebih dari 25 kali lebih tinggi daripada sampe kedua dan ketiga.

Paraben ditemukan di semua produk yang diteliti, khususnya etilparaben, diikuti oleh metilparaben. Akan tetapi, dalam konsentrasi rata-rata lebih rendah daripada bisphenol A dan dengan perbedaan yang lebih jelas antara jenis toko.

Karena aktivitas hormonal, bisphenol dan paraben adalah pengganggu endokrin yang terkait dengan disfungsi tertentu yang dapat menyebabkan penyakit pada anak-anak dan dewasa. Spektrum penyakit yang terkait dengan paparan pengganggu endokrin jauh jangkauannya.

Penyakit itu mulai dari defisit perhatian dan hiperaktif, hingga kelainan genitourinari, perkembangan seksual sekunder dini, dan obesitas pada anak-anak. Di antara orang dewasa, mereka terkait dengan hipotiroidisme, infertilitas, diabetes, dan kanker yang tergantung hormon, seperti kanker payudara.

Betapa umum juga bagi bayi mengisap kaki dan kaus kaki mereka sendiri. Untuk itu, kelompok penelitian mengkampanyekan peningkatan kesadaran publik terhadap paparan pengganggu endokrin tersebut kepada anak-anak.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA