Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Studi: Alat Pelacak Tidur Bisa Perburuk Tingkat Kecemasan

Ahad 16 Jun 2019 23:18 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andri Saubani

Ilustrasi Tidur

Ilustrasi Tidur

Foto: Republika/Mardiah
Alat pelacak tidur bisa memperburuk masalah tidur seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alat pelacak tidur diklaim dapat membantu mengukur kualitas tidur seseorang. Namun baru-baru ini, direktur penelitian Fitbit’s Dr. Conor Heneghan mengungkap bahwa alat itu justru bisa memperburuk masalah tidur seseorang.

Heneghan menjelaskan, aplikasi dan perangkat pelacak tidur dapat memicu insomnia dan meningkatkan kecemasan seseorang menjelang tidur. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Fitbit’s misalnya, ditemukan bahwa alat itu dapat menyebabkan seseorang menghabiskan waktu terlalu lama di tempat tidur hanya untuk meningkatkan statistik tidur mereka.

Mengacu pada penelitiannya, Heneghan mengklaim, beberapa pengguna juga berurusan dengan kecemasan tidur yang serius setelah menggunakan pelacak tidur. Alat pelacak tidur sendiri berfungsi untuk membantu mengatur jadwal tidur yang konsisten, dapat mendeteksi detak jantung dan gerakan yang terkait dengan berbagai tahapan tidur.

Namun, untuk tingkat akurasi alat tersebut dinilai tidak terlalu diunggulkan, bahkan tidak sedikit dari alat pelacak tidur yang menghasilkan laporan keliru. Alhasil itu dapat memperburuk tingkat kecemasan seseorang.

“Ini artinya perangkat cenderung tidak dapat diandalkan dan produsen juga tidak segera melakukan perbaikan untuk bisa mempertahankan produk mereka,” kata Heneghan, dilansir Engadget, Ahad (16/6). 

Studi Fitbit’s menunjukkan bahwa tingkat akurasi pelacak hanya sekitar 70 persen. Selain itu, ungkap Heneghan, alat tersebut juga tanpa dibarengi dengan peraturan atau standar medis yang baku, sehingga hasil antara satu perangkat dengan perangkat lainnya dapat bervariasi.

Untuk itu, dia tidak terlalu menyarankan seseorang yang mengalami insomnia dan masalah tidur lainnya untuk menggunakan alat pelacak tidur. “Meskipun data mungkin masih bisa berguna, tetapi kalau bisa anda bisa menghindari alat pelacak tidur sama sekali,” kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA