Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Makanan tak Aman Sebabkan 600 Juta Kasus Penyakit

Jumat 07 Jun 2019 18:03 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Makanan siap saji

Makanan siap saji

Foto: flickr.com
Tanggal 7 Juni diperingati sebagai hari keselamatan pangan sedunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini (7/6), dunia pertama kalinya akan memperingati Hari Keselamatan Pangan Sedunia (World Food Safety Day). PBB  menunjuk dua badan di bawahnya yaitu Badan Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memimpin dan membantu usaha dalam mempromosikan keselamatan pangan secara global.

Baca Juga

Sekitar 600 juta kasus penyakit yang disebabkan oleh makanan terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Makanan yang tidak aman merupakan ancaman bagi kesehatan manusia dan ekonomi.

Diperkirakan tiga juta orang di seluruh dunia-di negara maju dan berkembang meninggal setiap tahun karena makanan dan penyakit yang ditularkan melalui air.

“FAO berkomitmen untuk dunia tanpa kelaparan. Memastikan bahwa makanan itu aman sangat penting dalam agenda kami. Industri memiliki peran penting dalam memastikan bahwa makanan tetap aman di setiap tahap makanan mulai dari produksi hingga ke konsumen," kata Stephen Rudgard, Perwakilan FAO di Indonesia dalam pernyatannya menandai Hari Keamanan Pangan Dunia.

Keamanan pangan adalah tidak adanya zat pada makanan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Bahaya yang ditularkan melalui makanan dapat bersifat mikrobiologis, kimia, atau fisik dan sering tidak terlihat oleh mata, seperti bakteri, virus, atau residu pestisida.

Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah, dengan jumlah penduduk terus meningkat sampai 260 juta. Konsumen Indonesia mewakili pasar besar untuk industri makanan besar dan cepat dalam bentuk bisnis makanan "siap saji", restoran, supermarket, katering, dan pedagang kaki lima yang cukup besar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA