Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minum Kopi 25 Cangkir Sehari, Amankah?

Ahad 09 Jun 2019 19:05 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi kopi.

Ilustrasi kopi.

Foto: EPA/WU HONG
Penelitian di Inggris diikuti responden yang meminum hingga 25 cangkir kopi per hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meminum kopi hingga 25 cangkir per hari masih dianggap aman untuk tubuh. Hal itu berdasarkan penelitian yang disajikan dalam konferensi British Cardiovascular Society awal Juni ini, kendati hasilnya belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review.

Baca Juga

Simpulan itu didasarkan pada analisis dari sekitar 8.500 orang di Inggris. Sejumlah peneliti mengamati orang-orang dengan tingkat konsumsi tertinggi, yakni rata-rata meminum lima cangkir kopi sehari. Selain itu, beberapa di antaranya meminum hingga 25 cangkir kopi sehari.

Hasil penelitian itu menunjukan, para peminum kopi itu tidak punya risiko tinggi kekakuan arteri. Saluran arteri yang kaku dapat membuat jantung tegang sehingga memicu serangan stroke dan jantung.

Namun, apakah laporan itu valid secara kesehatan? 

Orang dewasa disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein atau kira-kira empat cangkir kopi per hari. Salah satu yang menyarankan itu adalah Mayo Clinic. Hal ini dengan catatan, dosis tersebut bagi mereka yang mengalami efek samping, seperti gelisah, sakit kepala, masalah perut dan gangguan mood.

Sementara itu, Alice Lichtenstein, seorang profesor dari Tufts Friedman School of Nutrition Science and Policy mengatakan, data tentang konsumsi kopi yang presisi sangat langka. Memang, tidak semua orang sama dalam merespons dan memetabolisme kafein.

Bagaimanapun, Lichtenstein melanjutkan, ada beberapa hal yang harus menjadi catatan.

Orang dengan masalah tekanan darah punya risiko yang paling jelas. Sebab, kelebihan mengonsumsi kafein dapat meningkatkan tekanan darah pada taraf yang tidak sehat.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kelebihan asupan kafein juga diduga memicu masalah jantung dan bahkan kematian. Meskipun begitu, sebagian besar di antara mereka yang mengkonsumsi minuman energi sehingga sudah memiliki kondisi kardiovaskular sebelumnya.

Meminum 25 cangkir kopi sehari dapat memengaruhi waktu tidur. Kurang tidur dikaitkan dengan obesitas dan berbagai penyakit kronis lainnya. Belum lagi munculnya rasa kelelahan sehingga menurunkan produktivitas.

Lichtenstein menjelaskan, ukuran penyajian kopi dan kandungan kafein dapat bervariasi secara drastis. Sajian 25 espresso mungkin memiliki efek yang berbeda dari 25 kopi drip. Meminum kopi hitam dinilianya lebih sehat daripada yang mengandung krim dan gula.

“Kelihatannya hampir sulit dalam kehidupan normal seseorang untuk mengkonsumsi sebanyak itu (25 cangkir sehari)," kata Lichtenstein, dikutip dari Time, Ahad (9/6).

Menyeduh kopi secara terus-menerus mungkin merupakan tanda ketergantungan, terutama bagi orang yang merasa tidak dapat berfungsi tanpa minuman tersebut.

"Orang-orang tampaknya terus mencari hal-hal yang merugikan kopi, dan itu tidak sepenuhnya jelas mengapa. Itu hal [di mana orang berpikir] jika itu baik untuk Anda, Anda tidak boleh menikmatinya. Tidak apa-apa untuk menikmati makanan," ujar Lichtenstein.

sumber : Time
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA