Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Pria Swiss Punya Kualitas Sperma Terburuk, Mengapa Begitu?

Ahad 26 May 2019 12:42 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Bendera Swiss

Bendera Swiss

Foto: AP
Penelitian mengungkap hanya 38 persen pria Swiss yang kualitas spermanya baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas sperma dinilai berdasarkan tiga indikator, yaitu jumlah, bentuk, dan gerakan dari sperma. Berdasarkan indikator ini, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Andrology menemukan bahwa laki-laki di Swiss memiliki kualitas sperma terburuk di Eropa.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Geneva ini melibatkan 2.523 laki-laki muda di Swiss berusia 18 hingga 22 tahun. Tim peneliti menganalisis kualitas sperma para partisipan berdasarkan tiga indikator kualitas sperma. Sebelumnya, penelitian lain mengungkap sperma pria di negara industri telah merosot dalam empat dekade.

Penelitian lanjutan oleh tim lain menemukan bahwa sperma laki-laki di Swiss memiliki jumlah rata-rata terendah dibandingkan laki-laki di negara Eropa lain. Rata-rata jumlah sperma laki-laki Swiss adlaah 47 juta per mililiter. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan jumlah sperma rata-rata di Jerman, Denmark. dan Norwegia.

Selain itu, sektiar 17 persen dari partisipan memiliki jumlah sperma di bawah 15 juta per mililiter. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), laki-laki dengan jumlah sperma di bawah 15 juta mililiter dapat dinyatakan subfertil atau kurang subur.

Tim peneliti juga meneliti lebih jauh seperempat dari para partisipan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa kurang dari 40 persen sel sperma bergerak dengan baik. Selain itu, hampir setengah dari para partisipan hanya memiliki sperma berbentuk normal kurang dari empat persen.

Dari temuan ini, tim peneliti menemukan bahwa hanya sekitar 38 persen laki-laki Swiss yang memiliki kualitas sperma sehat sesuai ketentuan WHO. Kualitas sperma yang kurang baik dapat memengaruhi tingkat kesuburan laki-laki.

"Nilai parameter sperma yang rendah dapat mencerminkan kesuburan laki-laki," terang ketua peneliti Rita Rahban seperti dilansir IFL Science.

Tim peneliti belum mengetahui penyebab kualitas sperma laki-laki Swiss paling buruk di Eropa. Akan tetapi, mereka mengungkapkan ada beberapa faktor yang dapat mempengarhui kualitas sperma pada laki-laki.

Salah satu faktor yang mempengarhui kualtias sperma adalah gaya hidup, seperti kebiasaan minum alkohol, obesitas dan stres. Paparan pestisida dan riwayat ibu merokok saat mengandung juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Selain mempengaruhi kesuburan, kualtias sperma yang buruk juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker testis.

"Kualitas sperma umumnya lebih rendah pada negara-negara di mana kejadian kanker testis tinggi," jelas profesor dari Department of Genetic Medicine and Development di Fakultas Kedokteran University of Geneva Serge Nef.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA