Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Bahaya Konsumsi Suplemen Protein Secara Berlebihan

Senin 20 May 2019 19:30 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Suplemen pembentuk otot (ilustrasi)

Suplemen pembentuk otot (ilustrasi)

Foto: Blue Cloud
Suplemen protein merupakan makanan yang membantu penurunan berat badan

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kebugaran adalah perhatian kaum muda dan mayoritas milenial yang mengikuti pola makan dan kesehatan ketat. Kecenderungan umum yang diamati pada orang-orang yang melakukan latihan fisik berat adalah konsumsi suplemen protein tambahan. Suplemen protein merupakan makanan yang membantu penurunan berat badan dan pembentukan otot.

Baca Juga

Suplemen protein tersedia dalam bentuk bubuk, batangan, dan kapsul. Banyak suplemen protein khusus untuk wanita yang ingin membakar lemak dan meningkatkan kekuatan. Ada banyak jenis suplemen protein diet yang dibuat dari sumber yang berbeda.

Dua jenis bahan utama adalah whey dan kasein yang diekstraksi dari susu. Itu merupakan sumber asam amino yang sangat baik. Protein whey adalah suplemen protein paling umum yang dikonsumsi oleh para pengunjung gym dan binaragawan. Tetapi protein whey mengandung protein globular yang dapat membahayakan tubuh.

Menurut Direktur Penyakit Dalam Medanta-The Medicity, Sushila Kataria, seseorang harus mempertimbangkan banyak risiko saat menggunakan suplemen protein. Mengonsumsi suplemen protein dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam tubuh.

Beberapa bubuk mengandung logam beracun seperti timah, kadmium, arsenik, dan merkuri. Kandungan-kandungan tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, sembelit, juga nyeri pada otot dan sendi.

Suplemen protein memiliki komposisi nutrisi yang tidak seimbang dibandingkan dengan sumber protein alami. Suplemen protein lebih padat dan bisa menciptakan ketidakseimbangan komposisis nutrisi dalam tubuh.

“Konsumsi suplemen ini dapat menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis dan menyebabkan kerusakan ginjal selama periode pengkonsumsian yang tidak diawasi dan berlebihan,” ujar Kataria seperti dilansir Times Now News.

Protein whey mengandung beberapa hormon dan petida bioaktif yang dapat meningkatkan timbulnya jerawat. Beberapa suplemen whey mengandung karbohidrat ekstra dalam bentuk gula yang dapat meningkatkan lemak.

Asupan protein whey berlebih juga terkait dengan risiko penyakit jantung. Asupan komponen protein susu tertentu yang terkonsentrasi dapat menyebabkan masalah pencernaan dan perut.

“Orang yang mengonsumsi suplemen ini umumnya mengabaikan aspek penting lain dari diet sehat seperti asupan air, vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi kesehatan,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA