Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

NTB Antisipasi Masuknya Cacar Monyet

Rabu 15 Mei 2019 21:28 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Christiyaningsih

Primata monyet bisa menularkan penyakit cacar monyet atau monkeypox ke manusia.

Primata monyet bisa menularkan penyakit cacar monyet atau monkeypox ke manusia.

Foto: Public Domain Pictures
Sampai saat ini belum ditemukan adanya suspect cacar monyet di NTB

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengantisipasi masuknya cacar monyet. Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) Nurhandini Eka Dewi mengatakan Bandara Internasional Lombok (BIL) telah mengaktifkan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) milik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara.

Baca Juga

Alat pendeteksi ini diletakkan di jalur kedatangan internasional di BIL untuk mengantisipasi masuknya virus zika sebagai penular penyakit cacar monyet (monkeypox). Nurhandini menyampaikan seluruh penumpang dari Singapura dan Malaysia harus melewati thermal scan yang sudah dipasang di bandara.

"Hal ini sebagai langkah deteksi dini bila ada penumpang yang suhunya tinggi," kata Nurhandini kepada Republika di Mataram, NTB, Rabu (15/5) malam. Penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tinggi akan mendapatkan penanganan khusus. "Jika penumpang suhu tinggi atau ada masalah akan dirujuk ke RSUD Provinsi NTB," ucap Nurhandini.

Sampai saat ini belum ada laporan masuknya virus zika sebagai penular penyakit cacar monyet di NTB. "Kalau ke arah monkeypox belum ada," jelasnya.

Sebelumnya, General Manager BIL Nugroho Jati mengatakan BIL telah mengaktifkan thermal scanner milik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara di jalur kedatangan internasional di BIL. Thermal scanner itu telah terpasang sejak Senin (13/5).

"Kami juga menyiapkan lokasi parkir khusus kendaraan ambulans untuk membawa suspect ke rumah sakit rujukan di Mataram," kata Jati. Para petugas juga menggunakan masker muka dan sarung tangan karet untuk menghindari kontak langsung dengan suspect.

Jati menjelaskan manajemen BIL selalu melakukan prosedur kewaspadaan dan pemantauan bagi penumpang internasional yang datang mendarat dari Singapura sebagai antisipasi cacar monyet. Para petugas diminta melaporkan ke KKP bila menemui kecurigaan suspect cacar monyet.

"Penanganan khusus suspect dilakukan oleh tim kesehatan KKP. Kami menyiapkan jalur khusus suspect untuk menghindari kontaminasi, ini yang dipersiapkan penanganan di bandara," ucap Jati. Manajemen bandara juga melakukan pemantauan dan inspeksi terhadap kabin pesawat yang mendarat dari Singapura.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA