Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Hisap Sebatang Rokok Naikkan Risiko Kematian Mendadak Bayi

Senin 13 May 2019 06:45 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Ibu Hamil Merokok (ilustrasi)

Ibu Hamil Merokok (ilustrasi)

Foto: Google
Sebatang rokok sehari dapat melipatgandakan risiko kematian mendadak pada bayi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merokok selama kehamilan tidak sehat bagi janin bahkan jika hanya satu batang. Penelitian bersama oleh Seattle Children's Research Institute dan ilmuwan data Microsoft mengungkap risiko kematian bayi mendadak yang tak terduga (SUID) meningkat di setiap batang rokok yang dihisap selama kehamilan.

Baca Juga

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics itu juga menyatakan menghisap satu batang rokok atau tidak lekas berhenti merokok sebelum kehamilan bisa memicu SUID. "Berapapun jumlah rokoknya, bahkan satu batang rokok per hari, dapat melipatgandakan risiko Anda," kata Tatiana Anderson, peneliti doktoral di Children's yang bekerja pada penelitian tersebut.

Dikutip dari Chicago Tribune, Anderson dan anggota tim lainnya memperkirakan bahwa merokok selama kehamilan bertanggung jawab atas 800 dari total kematian SUID sekitar 3.700 di AS setiap tahun. Itu artinya, 22 persen dari semua kasus SUID dipicu karena rokok.

Tim menganalisis kumpulan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang mencakup setiap bayi yang lahir di AS dari 2007 hingga 2011. Dalam rentang waktu itu, lebih dari 20 juta bayi lahir dan 19.127 meninggal karena SUID yang mencakup sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Studi ini menemukan risiko SUID berlipat ganda jika ibu hamil beralih dari tidak merokok menjadi hanya merokok satu batang rokok setiap hari selama kehamilan. Sedangkan bagi ibu hamil yang masih merokok sebanyak satu bungkus pe hari (20 batang rokok), risikonya tiga kali lipat dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Peluang SUID berkurang ketika ibu hamil berhenti merokok atau merokok lebih sedikit. Wanita yang mengurangi kebiasaan merokok mereka pada trimester ketiga menunjukkan risiko penurunan 12 persen. Berhenti sama sekali pada trimester ketiga menurunkan risiko SUID sebesar 23 persen.

"Jadi, seorang wanita yang merokok 20 batang per hari pada trimester pertama dan mengurangi menjadi 10 batang per hari pada trimester berikutnya memiliki risiko SUID yang sama berkurangnya dengan seorang wanita yang rata-rata mengonsumsi 13 batang rokok per hari di setiap trimester," kata studi tersebut.

Anderson mengatakan punya data akurat tentang dampak merokok sebelum dan selama kehamilan akan mempermudah dokter kandungan atau penyedia layanan kesehatan untuk membujuk pasien mereka berhenti merokok.

"Dokter perlu melakukan diskusi terbuka dengan pasien. Karena Setiap rokok yang bisa Anda hilangkan setiap hari akan mengurangi risiko SUID,” ungkap Anderson.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA