Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Penciuman Buruk di Usia Tua Bisa Indikasikan Risiko Kematian

Rabu 01 May 2019 10:32 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Mencium bau busuk/ilustrasi

Mencium bau busuk/ilustrasi

Foto: unfinishedman.com
Responden penelitian dengan indra penciuman buruk meninggal satu dekade berikutnya

REPUBLIKA.CO.ID, MICHIGAN -- Studi menunjukkan indra penciuman yang buruk di usia tua dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi pada satu dekade berikutnya. Penelitian di Amerika Serikat (AS) menemukan orang tua yang paling tidak mampu mendeteksi bau biasa sejumlah 46 persen lebih mungkin meninggal pada dekade berikutnya.

Baca Juga

Dilansir Independent pada Rabu (1/5), kehilangan indra penciuman bisa menjadi gejala awal dari beberapa gangguan neurologis. Di antaranya seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer. Gangguan ini dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Tetapi para peneliti dari Michigan State University mengatakan tes aroma paling efektif pada pasien yang dinyatakan sehat. Itu berarti bisa menjadi peringatan dini yang bermanfaat terutama karena orang tua sering menyadari indra penciuman mereka.

“Indera penciuman yang buruk menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, orang, dan ada kaitannya dengan risiko kematian yang lebih tinggi,” kata Honglei Chen, salah satu penulis penelitian dalam Annals of Internal Medicine.

“(Jadi) menggabungkan pemeriksaan penciuman dalam kunjungan dokter rutin mungkin merupakan ide yang bagus," imbuhnya. Tim Chen menganalisis data dari hampir 2.300 pria dan wanita yang mengambil bagian dalam studi penuaan utama AS.

Peserta berusia 71 dan 82 tahun diminta mengidentifikasi 12 aroma umum dan diberikan empat tebakan untuk masing-masing peserta. Mereka yang mengidentifikasi bau paling benar diberi skor lebih tinggi.

Dibandingkan dengan mereka yang memiliki indra penciuman yang baik, orang-orang dalam kategori "indra pennciuman lemah' 46 persen lebih mungkin meninggal karena sebab apapun dalam dekade berikutnya. Sebanyak 30 persennya lebih mungkin meninggal setelah 13 tahun.

Kondisi neurologis dan penurunan berat badan hanya menjelaskan 28 persen peningkatan risiko kematian di antara para pencium yang buruk. Berarti sebagian besar orang yang meninggal tidak memiliki kondisi apapun yang dapat menjelaskan gangguan indra penciuman mereka. “Ini memberi tahu kita bahwa pada orang dewasa yang lebih tua, gangguan penciuman memiliki implikasi kesehatan yang luas di luar apa yang sudah kita ketahui,” kata Chen.

Profesor psikiatri usia tua di University College London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Robert Howard, mengatakan hal ini meningkatkan kemungkinan menarik. Ia mengatakan hilangnya penciuman mungkin merupakan penanda penuaan umum dan harus dianggap serius oleh orang tua dan dokter mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA