Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Aktif Berolahraga Semasa Muda, Sehat di Masa Tua

Selasa 30 Apr 2019 13:59 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Aktif bergerak belum tentu sudah cukup melakukan olah raga. Patokannya, perhatikan denyut jantung tak semata keringat yang keluar.

Aktif bergerak belum tentu sudah cukup melakukan olah raga. Patokannya, perhatikan denyut jantung tak semata keringat yang keluar.

Foto: Republika/Prayogi
Banyak orang yang tidak sehat di masa tua karena tak berolahraga semasa muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingkat aktivitas fisik masyarakat Indonesia dinilai masih sangat rendah. Data Badan Pusat Statistik 2015 menunjukkan, jumlah masyarakat Indonesia yang rutin berolahraga hanya 27,61 persen atau sepertiga dari total jumlah penduduk.

Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang melewati masa tua dengan tidak sehat. Pakar Kesehatan dan Kebugaran Jansen Ongko menjelaskan, salah satu cara membuat masa tua lebih sehat adalah dengan aktif beraktivitas fisik sedari muda. Ia mengingatkan, masa tua yang tidak sehat disebabkan oleh minimnya aktivitas fisik.

Baca Juga

“Jika aktivitas fisik sudah menurun, maka otot mengecil dan lemak akan naik, metabolisme turun, dan ujung-ujungnya depresi karena bobot badan kian bertambah atau mudah terserang penyakit,” kata Jansen di Jakarta, Ahad (28/4).

Dia menjelaskan, ketika seorang perempuan sudah memasuki masa menopause maka metabolisme tubuhnya sudah menurun. Hal yang sama terjadi pada laki-laki yang sudah berusia di atas 30 tahun. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olah raga yang rutin, maka mereka akan mudah gemuk karena kerja otot kecil.

“Olah raga itu wajib, tidak bisa ditoleransi, sesibuk apapun kita. Apalagi kalau sudah berusia 30 tahun ke atas,” ucap Jansen.

Untuk itu, Jansen mengimbau agar semua orang melakukan olahraga secara rutin. Agar konsisten lakukanlah olahraga yang disenangi, baik olah raga jenis anaerobic atau aerobic.

Jenis-jenis anaerobic seperti halnya angkat beban, latihan suspense, pilates, yoga dan body weight. Olahraga jenis ini bermanfaat untuk memperkuat otot, memperlancar pernapasan, denyut nadi normal, tulang padat dan tidak mudah rapuh, otak sehat, trombosit stabil, badan ideal, dan jantung sehat.

Sementara itu, jenis olahraga aerobic cenderung lebih simpel, misalnya skipping, bersepeda dan lari. Manfaatnya juga banyak yaitu membuat jantung lebih sehat, memperkuat tulang dan imunitas, memperlancara pernapasan, kesehatan mental, denyut nadi normal, dan berat badan ideal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA