Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Apakah Madu Baik Dikonsumsi Saat Diet? Ini Penjelasan Ahli

Kamis 25 Apr 2019 12:47 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Madu (ilustrasi)

Madu (ilustrasi)

Foto: suebee.com
Madu dipercaya memiliki banyak khasiat untuk tubuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir semua orang pasti pernah mencicipi madu. Madu yang berasal dari lebah dipercaya memiliki banyak sekali khasiat untuk tubuh manusia. Lalu bagaimana tanggapan para ahli diet tentang manfaat madu?

Ahli diet yang berbasis di Philadelphia, Amerika Serikat (AS) Jenni Friedman menjelaskan madu mengandung sejumlah vitamin, mineral, elektrolit, enzim, asam amino, dan flavonoid. Itu semua juga menjadi pembeda antara madu dengan gula. Berdasarkan pada penelitiannya, madu juga berkaitan erat dengan peningkatan keseimbangan mikroba usus, batuk, dan kondisi pernapasan lainnya.

Akan tetapi menurut Friedman mengonsumsi madu sama dengan mengonsumsi banyak kalori. Bagi orang yang sedang menjalani proses diet atau penurunan berat badan disarankan harus mengimbangi madu dengan nutrisi lengkap lainnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS baru-baru ini juga mewajibkan label makanan untuk menuliskan jenis gula secara khusus. Misalnya dengan menyebut gula tambahan atau gula yang ditambahkan ketika makanan diproses atau disiapkan. Kendati madu berasal dari sumber alami, madu masih merupakan gula tambahan seperti sirup jagung atau gula tebu.

"Banyak orang merasa lebih baik ketika mereka membaca label melihat madu dikomposisi makanan, bukan gula. Tetapi sayang dalam jangka panjang, gula dan madu dampaknya sama saja bagi tubuh," kata dia seperti dikutip dari Time.

Madu penting dikonsumsi dalam jumlah sedang misalnya dikonsumsi satu sendok makan. Madu sebanyak itu, menurut Friedman, memiliki sekitar 64 kalori dan 17 gram gula. Karena itu manusia harus menjaga asupan gula tambahan harian, maksimal mengonsumsi 100 kalori sehari untuk wanita dan 150 kalori sehari untuk pria.

Madu yang berkualitas adalah madu organik, gelap, terang, mentah, dan disaring. Hingga kini ada lebih dari 300 varietas madu.

“Variasi mengacu pada dari mana madu berasal, pada dasarnya jenis-jenis bunga yang dimakan lebah. Warna, rasa, dan kandungan nutrisi utama madu semuanya tergantung pada nektar yang digunakan lebah," ucap dia.

Ahli diet dari Priceless Nutrition & Wellness di New York, Meredith Price, menilai madu sama dengan gula. American Heart Association merekomendasikan batasan gula tambahan sekitar enam sendok teh per hari untuk wanita dan sekitar sembilan sendok teh per hari untuk pria. Tetapi rata-rata orang dewasa AS mengkonsumsi sekitar dua hingga tiga kali lebih banyak dari ini.

"Mengkonsumsi gula dalam jumlah berlebih telah terlibat dalam menyebabkan peningkatan berat badan serta peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes," kata Price.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA