Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Lewatkan Sarapan? Hati-Hati Masalah Jantung

Rabu 24 Apr 2019 05:41 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nur Aini

Sarapan sehat (ilustrasi)

Sarapan sehat (ilustrasi)

Foto: Al Arabiya
Kebiasaan melewatkan sarapan di pagi hari meningkatkan risiko masalah jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sarapan dan kesehatan jantung mungkin tampak tidak saling berkaitan. Akan tetapi, sains justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Kebiasaan sarapan di pagi hari ternyata dapat mempengaruhi kesehatan jantung di kemudian hari.

Keterkaitan antara sarapan dan kesehatan jantug diungkapkan dalam studi terbaru yang melibatkan 6.550 warga Amerika selama 20 tahun. Berdasarkan studi terbaru tersebut, orang-orang yang tidak pernah sarapan memiliki risiko 87 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat masalah jantung dibandingkan orang-orang yang selalu sarapan.

Baca Juga

Di samping itu, melewatkan sarapan juga tampak meningkatkan risiko stroke di kemudian hari secara signifikan. Orang-orang yang melewatkan sarapan memiliki risiko lebih dari tiga kali lipat untuk mengalami stroke fatal dibandingkan orang-orang yang terbiasa sarapan.

Ada beberapa alasan mengapa sarapan memegang peranan penting bagi kesehatan. Menurut ketua peneliti dari University of Iowa Dr Wei Bao, melewatkan sarapan berkaitan erat dengan meningkatnya nafsu makan di jam makan berikutnya.

"Kondisi ini dapat berujung pada makan berlebih di waktu berikutnya," jelas Bao seperti dilansir WebMD.

Makan berlebih yang berlangsung dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan terjadnya obesitas. Seperti diketahui, obesitas juga berkaitan erat dengan beragam risiko penyakit termasuk penyakit jantung dan stroke.

Melewatkan sarapan juga membuat tubuh berada dalam kondisi 'puasa' yang lebih lama di pagi hari. Kondisi itu dapat mempengaruhi proses hormonal yang kemudian dapat meningkatkan kadar tekanan darah.

Tak hanya itu, menunggu terlalu lama untuk menyantap makanan setelah bangun tidur di pagi hari dapat memperburuk kolesterol. Oleh karena itu, ahli jantung Dr Mohammad Imam dari Staten Island University Hospital menilai menyantap sesuatu sesaat setelah bangun tidur cenderung lebih menyehatkan.

"Sudah terdokumentasi dengan baik bahwa menyantap sarapan lengkap dapat berujung pada kesehatan kardiovaskular yang lebih baik," kata Imam. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA