Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Penyebab Munculnya Kantong Mata dan Lingkaran Gelap

Selasa 23 Apr 2019 08:16 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Lingkaran hitam pada mata. Mengucek mata secara berlebihan dapat memperparah lingkaran hitam pada mata.

Lingkaran hitam pada mata. Mengucek mata secara berlebihan dapat memperparah lingkaran hitam pada mata.

Foto: Womanitely
Mengucek mata dapat memperparah lingkaran hitam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adanya kantung mata atau lingkaran gelap di bawah mata memang mengganggu penampilan. Banyak yang mengira kantung mata itu disebabkan oleh banyak faktor seperti kelelahan, depresi, atau mungkin hanya karena kerutan.

Dilansir Huffpost, ahli kulit di Weill Cornell Medicine dan New York-Presbyterian, Dr Shari Lipner menjelaskan beberapa penyebab adanya kantung mata. Menurutnya, ada beberapa hal yang berkontribusi pada pigmentasi yang lebih gelap pada individu di bawah mata mereka.

Salah satu faktornya adalah faktor genetika. Beberapa orang memiliki pigmentasi yang lebih gelap pada kulit di bawah mata mereka daripada kulit di tempat lain pada wajah mereka, yang mengarah pada tampilan lingkaran hitam.

Menurut seorang ahli bedah okuloplastik yang berbasis di London yang menangani berbagai masalah mata, Dr Maryam Zamani, faktor ini merupakan keturunan dan berkaitan dengan genetika. Sebagai contoh, ia mencatat bahwa orang-orang Asia Tenggara, atau keturunan Asia Tenggara, lebih cenderung memiliki kecenderungan untuk jenis pigmentasi di bawah mata.

"Jika Anda memiliki pigmentasi aktual, ketika Anda menggerakkan kulit itu, di mana pun Anda memindahkannya, yang tampak tetap warna itu," katanya.

Lipner mengatakan ada beberapa perawatan topikal yang dapat membantu mencerahkan dan mengeksfoliasi bagian bawah mata. Retinoid dan asam tertentu seperti glikolat dan azelaic termasuk yang direkomendasikan.

Zamani juga menunjukkan hydroquinone, agen pencerah, dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran hitam dari waktu ke waktu. “Hasil penggunaan krim topikal akan sangat lambat, keras dan tidak terlalu sukses. Butuh waktu lama untuk melihat hasilnya,” kata dia.

Faktor kedua adalah kondisi kulit yang meradang, seperti psoriasis atau eksim. Lipner mengatakan, orang-orang yang memiliki kondisi peradangan ini juga mungkin memiliki kegelapan di bawah mata karena beberapa alasan.

"Nomor satu, eksim dan psoriasis sama-sama kondisi peradangan, sehingga dapat menyebabkan kulit menjadi merah atau gelap. Dan kemudian proses menggosok, karena penyakit ini cenderung bermasalah, pasti akan memperburuk itu,” jelasnya.

Seorang dokter kulit bersertifikat di berbasis di Berkeley, California, Devika Icecreamwala, menyamakan efek dari benjolan jerawat tertentu, yang terkadang meninggalkan bekas hitam pada kulit.

"Itu lebih tergantung pada kulitmu. Orang dengan kulit yang lebih terang cenderung pulih lebih cepat dalam hal perubahan pasca-inflamasi, sementara orang dengan kulit yang lebih gelap cenderung berpegang pada pigmen sedikit lebih lama,” kata Lipner.

Faktor ketiga adalah menggosok mata Anda terlalu sering. menurut Lipner dan Icecreamwala, penggosokan mata yang berlebihan dapat memengaruhi area mata dengan berbagai cara, baik yang terkait dengan pigmentasi maupun pembuluh darah di bawah kulit.

"Ketika Anda menggosok mata, kulit mungkin sedikit lebih tebal dan lebih gelap, itu adalah bagian dari sistem pertahanan kulit. Ini mirip dengan pembentukan kalus pada kaki sebagai respons terhadap trauma,” kata Lipner.

Icecreamwala menguraikan, mencatat bahwa menggosok mata secara berlebihan pada dasarnya merupakan  "trauma kulit" di bawah mata. "Kulit itu benar-benar sensitif, dan semakin banyak kamu menggosoknya, semakin kamu mengiritasinya. Kulit meresponnya dengan perubahan warna,” terangnya.

Selain itu, mengucek mata secara berlebihan juga dapat menyebabkan pembuluh darah yang rusak di bawah kulit, yang menyebabkan munculnya kegelapan. Sebab, kulit di sekitar mata sangat tipis, pembuluh darah yang rusak yang mendasarinya menjadi lebih terlihat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA