Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Benarkah Darah Haid Berhenti Saat Berenang?

Sabtu 20 Apr 2019 09:10 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Berenang. Saat berada di air, darah haid akan mendapat tekanan berlawanan dari air kolam sehingga tidak mengalir keluar.

Berenang. Saat berada di air, darah haid akan mendapat tekanan berlawanan dari air kolam sehingga tidak mengalir keluar.

Foto: Dok IPB
Banyak perempuan ragu untuk berenang selagi haid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang percaya berenang atau berendam saat sedang haid bukanlah suatu masalah karena air bisa menghentikan darah haid. Benarkah seperti itu?

"Haid akan terus mengalir baik Anda sedang berada di dalam air atau di puncak gunung," ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Weill Cornell Medicine dan NewYork-Presbyterian, Dr Michele Haughton, seperti dilansir laman Health24.

Pada dasarnya, rahim akan terus meluruhkan lapisannya, apapun dan di manapun perempuan haid beraktivitas. Haid baru akan berhenti saat ada masalah medis, seperti kelainan hormon.

Menariknya, masuk ke dalam air bisa membuat haid tampak seperti berhenti. Tidak ada keajaiban biologis yang terjadi di sini, itu semua fisika. Tekanan air yang mengelilingi vagina bisa menangkal gaya gravitasi yang membantu darah mengalir keluar.

“Ketika Anda berada di dalam air, ada tekanan berlawanan yang terjadi,” kata  Haughton.

Pikirkan kembali ke kelas fisika SMA Anda sebentar: Anda mungkin ingat kata "daya apung." Daya apung, juga dikenal sebagai "upthrust", adalah kekuatan ke atas yang diberikan cairan untuk melawan berat suatu benda (ini adalah bagian dari alasan hal-hal tertentu mengambang dan yang lainnya tidak).

“Air memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi daripada udara,” kata Haughton.

Jadi air dapat menetralkan darah yang mengalir keluar dari vagina. Pada dasarnya, air tidak membuat haid Anda berhenti, tapi bisa menghalangi jalan keluarnya.

"Jika Anda berencana untuk masuk ke bak mandi atau berenang tanpa menggunakan tampon atau penadah darah menstruasi, yakinlah bahwa tidak akan ada jejak merah darah di belakang Anda," kata Haughton.

Selama lima hari haid, kebanyakan wanita mengalami pendarahan hanya 60 mililiter, sekitar tiga hingga empat sendok makan. Bahkan jika perempuan haid berenang berjam-jam, air kolam tidak akan berubah menjadi Laut Merah akibat darah menstruasi.

Bahkan, air kolam tidak akan berubah merah muda sekalipun perempuan yang sedang haid beramai-ramai berenang. Dengan dasar pemikiran yang sama, Haughton mengatakan jumlah kecil darah menstruasi tak akan menarik hiu di lautan.

"Setiap kali saya mendengar mitos hiu saya berpikir, 'Berapa banyak yang kalian pikir perempuan mengeluarkan darah haid?' Ini tidak seperti Anda melambai-lambaikan tangan berdarah," kata Haughton.

Begitu keluar dari air, darah menstruasi tak lagi memiliki penghalang untuk keluar. Itulah saatnya perempuan haid membutuhkan tampon dan cangkir menstruasi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA