Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Obat Diabetes Dapat Mencegah Penyakit Ginjal

Selasa 16 Apr 2019 01:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Pria melakukan pengetesan kadar gula darah atau diabetes.

Pria melakukan pengetesan kadar gula darah atau diabetes.

Foto: EPA
Invonaka, pil pengendali gula ternyata bisa mencegah penyakit ginjal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit ginjal telah menyebabkan jutaan kematian setiap tahun dan mengharuskan ratusan ribu orang menggunakan dialisis agar tetap hidup. Penelitian baru menemukan sebuah obat yang digunakan untuk membantu menjaga gula darah pada penderita diabetes telah terbukti membantu mencegah atau memperlambat penyakit ginjal.

Baca Juga

Sekitar 30 juta orang Amerika dan lebih dari 420 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Kebanyakan kasus adalah Tipe 2, jenis yang terkait dengan obesitas. Itu terjadi ketika tubuh tidak dapat membuat cukup atau menggunakan insulin dengan baik, yang mengubah makanan menjadi energi.

Kondisi tersebut dapat merusak ginjal seiring waktu, menyebabkan penyakit dan akhirnya, kegagalan ginjal. Di Amerika, masalah itu bertanggung jawab atas hampir setengah juta orang yang membutuhkan dialisis, dan ribuan transplantasi ginjal setiap tahun.

Studi ini menguji Janssen Pharmaceuticals obat Invokana. Pil harian yang dijual untuk membantu mengendalikan gula darah itu juga ternyata dapat membantu mencegah penyakit ginjal ketika ditambahkan ke perawatan standar.

Penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine dilakukan pada sekitar 13 ribu orang dengan diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal kronis dari seluruh dunia. Mereka diberikan Invokana atau pil palsu dan mendapatkan pemantau independen. Penelitian dihentikan lebih cepat setelah rata-rata 4.400 orang dirawat selama 2,5 tahun, ketika obat tersebut sudah jelas dapat membantu.

Mereka yang memakai obat memiliki risiko 30 persen lebih rendah dari salah satu masalah, seperti gagal ginjal, kebutuhan untuk cuci darah, kebutuhan untuk transplantasi ginjal, kematian akibat ginjal atau penyebab terkait jantung, atau tanda-tanda lain bahwa gagal ginjal. Untuk setiap 1.000 orang yang menggunakan obat selama 2,5 tahun, akan ada lebih sedikit 47 kasus dari salah satu masalah ini.

Tingkat efek samping yang serius serupa pada kelompok yang konsumsi obat dan plasebo, termasuk amputasi kaki, kaki atau kaki. Satu efek samping, ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, lebih sering terjadi pada mereka yang menggunakan Invokana, namun, jarang secara keseluruhan.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa penelitian telah menemukan Invokana dan beberapa obat serupa dapat menurunkan risiko jantung. Hasil baru, menunjukka Invokana juga dapat menunda atau mencegah gagal ginjal, sehingga memperluas potensi manfaat obat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA