Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Cara Mudah Membedakan Alergi dengan Infeksi

Selasa 16 Apr 2019 03:53 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Alergi

Alergi

Foto: The Blue Diamond Gallery
Alergi akan menunjukkan gejala yang berbeda dengan penyakit akibat infeksi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah mengonsumsi makanan tertentu, anak bsa saja mengalami diare atau muncul bercak kemerahan pada kulitnya. Apakah sudah pasti ia mengalami alergi?

Konsultan alergi dan imunologi anak Prof Dr dr Budi Setiabudiawan SpA(K) alergi dapat terlihat dari gejalanya. Gejala umum yang sering muncul ketika alergi adalah gangguan pada kulit, seperti muncul bintik- bintik merah, urtikaria (kulit melepuh), dan angiodema (bengkak di kelopak mata atau bibir).

Alergi juga bisa ditunjukkan dari gejala yang muncul dari saluran pernapasan, seperti asma atau mengi, hidung berair, bersin, serta batuk kronis, namun tidak disertai demam. Selain itu, gejala alergi juga muncul pada saluran pencernaan, seperti kolik, muntah, diare berdarah, konstipasi, dan gumoh.

Lalu bagaimana membedakan alergi dan infeksi? Budi menjelaskan ada cara mudah untuk membedakan alergi dengan infeksi.

Coba perhatikan, apakah gejala yang muncul disertai demam? Apakah saat siang lebih dominan dibandingkan pagi atau malam? Apakah dahak atau ingus kental atau berwarna.

"Bila salah satu dijawab ya, mungkin infeksi. Bila semua dijawab tidak, mungkin alergi," ujarnya di sela acara media gathering kampanye #BundaTanggapAlergi yang diselenggarakan Sarihusada, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika tak ditangani dengan tepat, alergi pada si kecil dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti obesitas, hipertensi, dan sakit jantung. Selain itu, anak alergi berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Anak dengan alergi, menurut Budi, berpotensi mengalami keterlambatan pertumbuhan karena akibat jenis dan durasi pantang makanan. Selain itu, psikologis anak juga terdampak.

Alergi bisa menyebabkan stres pada anak dan orang tua. Budi menjelaskan, alergi pun dapat menurunkan kualitas hidup di kecil.

Tak hanya itu, alergi pada anak juga menyebabkan masalah ekonomi, yaitu meningkatkan biaya pengobatan dan meningkatkan biaya tidak langsung, seperti kehilangan pendapatan karena orang tua sering tidak masuk kerja untuk merawat anaknya yang alergi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA