Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Hiking, Piknik Sekaligus Jaga Kesehatan Mental

Senin 15 Apr 2019 15:20 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Mendaki gunung/ilustrasi.

Mendaki gunung/ilustrasi.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Hiking menggabungkan dua antidepresan yaitu olahraga dan alam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hiking atau naik gunung merupakan aktivitas yang menyenangkan apalagi bagi mereka yang mencintai alam. Selain sebagai sarana piknik, hiking dapat diartikan sebagai olahraga sekaligus membantu menjaga kesehatan mental.

Dilansir Mind Body Green, hiking merupakan aktivitas olahraga yang bisa dilakukan secara solo atau bersama-sama (grup). Hiking adalah olahraga yang menggabungkan dua antidepresan paling manjur yaitu olahraga dan alam.

Berolahraga memang merupakan aktivitas yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Akan tetapi seringkali tujuan olahraga itu berubah hanya perihal bentuk tubuh yang indah dan agar terlihat baik.

Tak jarang pula, tujuan berolahraga juga berubah yaitu untuk menyenangkan orang lain. Pola pikir demikian malah dapat merusak kesehatan kesehatan fisik kita. Pola pikir itu pun dapat mendorong kebiasaan yang merusak sehingga mengalihkan perhatian kita dari manfaat olahraga yang jauh lebih baik yaitu perbaikan kesehatan mental.

"Alam sangat penting untuk kesehatan mental kita. Penelitian telah menunjukkan menatap pohon dan tanaman hijau dapat mengurangi stres dan kecemasan dan meningkatkan suasana hati Anda,” kata psikiater holistik Ellen Vora.

Vora juga mencatat keluar ruangan dan menuju ke alam merupakan aktivitas yang sangat penting untuk kesehatan mental. Banyak dari masyarakat saat ini kerap menghabiskan hari-hari kita bekerja keras di belakang komputer dan berinteraksi dengan ponsel.

"Kita sebagai manusia berevolusi saat dikelilingi oleh dan selaras dengan dunia alami. Dalam keberadaan modern, kita telah begitu tidak tersentuh dengan itu. Kita menghabiskan hari-hari  di bilik tanpa jendela dan menatap layar. Pemutusan hubungan dengan alam ini dapat membuat lebih dalam bagian dari diri kita merasa terasing dan sangat jauh dari rumah,” kata Vora.

Hiking memberikan hasil yang terbaik dari dua hal yaitu alam dan fisik. Menurut Vora hal itu menghubungkan tubuh dengan alam kembali. Sembari memompa hati, hiking menyebabkan ledakan serotonin, dopamin, dan sekresi.

Dia menyarankan jika tubuh membutuhkan sensasi alamiah, maka pertama-tama katakan pada diri sendiri untuk serius melakukan pendakian. Kemudian kumpulkan tekad diri lalu lakukan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA