Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Ini Dampak Rokok pada Kesehatan Gigi dan Mulut

Sabtu 13 Apr 2019 20:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Merokok (ilustrasi)

Merokok (ilustrasi)

Foto: AP
Perokok biasanya mengalami perubahan warna gigi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merokok tak hanya menyebabkan masalah pada paru-paru dan jantung. Merokok rupanya juga mengganggu kesehatan gigi dan mulut. Ketua Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR) Amaliya menjelaskan perokok biasanya mengalami perubahan warna gigi.

Pada perokok, gigi yang tadinya putih berubah menjadi cokelat. Selain gigi, warna gusi perokok juga berubah menjadi hitam. "Ini terjadi karena pembuluh darah mengecil sehingga suplai atau aliran darahnya berkurang, darah jadi sedikit," ujarnya.

Baca Juga

Perubahan warna itu terjadi karena tar yang terdapat dalam rokok menempel pada gusi dan memengaruhi warna gusi menjadi hitam. Bukan hanya gusi, langit-langit mulut pun berubah menjadi hitam.

Masalah lainnya adalah terjadi perubahan perilaku sel-sel dalam rongga mulut. Terdapat titik-titik kecil mengelilingi inti. "Perilaku sel tidak normal. Ini mengarah keganasan jadi kanker rongga mulut," tambahnya.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Hasil penelitian menyebutkan adanya perbedaan bagaimana sel di rongga mulut rongga mulut perokok tembakau yang dibakar dan perokok elektrik. "Sel perokok yang dibakar memperlihatkan perilaku sel tidak normal titik-titik banyak sekali dibanding perokok elektrik. Berarti yang pengguna rokok elektrik perilaku sel kembali normal dibanding mereka yang terus pakai rokok yang dibakar," ujarnya.

Amaliya mengaku saat itu melakukan penelitian dengan mengerok sel dari permukaan sisi bagian dalam perokok konvensional dan perokok elektrik. Ia melihat apakah sel tersebut abnormal atau tidak dan apakah timbul titik kecil mengelilingi inti sel.

"Ternyata terlihat. Dulunya perokok berat beralih ke rokok elektrik titik kecil berkurang bahkan hampir sama dengan yang bukan perokok. Kalau perokok yang dibakar titik tidak normal. Terdapat kegalauan," jelas Amaliya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA