Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Sering Berkemih Malam Bisa Jadi Tanda Hipertensi

Senin 08 Apr 2019 13:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sekitar 4 juta warga Australia menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Sekitar 4 juta warga Australia menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Foto: iStockPhoto
Sering berkemih berhubungan dengan kadar garam yang tinggi dalam tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika Anda sering buang air kecil atau berkemih pada malam hari, boleh jadi kondisi itu berhubungan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Peneliti Divisi Hipertensi Rumah Sakit Tohoku Rosai di Sendai, Jepang, Satoshi Konno mengatakan berkemih (nokturia) di malam hari mungkin karena asupan garam berlebihan setiap hari.

Baca Juga

Penelitian sebelumnya menunjukkan asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nokturia. Dilansir Medical News Today, Senin (8/4), di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di masyarakat negara-negara Barat.

Karena alasan itu, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi. Kendali yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah menjadi terapi nokturia.

Dalam kajian Konno itu, sebanyak 3.749 penduduk kota Watari, Jepang yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan pada 2017 diteliti tentang tingkat tekanan darah mereka dan nokturia.

Hasilnya, bangun pada malam hari untuk buang air kecil berpeluang 40 persen lebih besar mengalami tekanan darah tinggi. Risiko hipertensi meningkat secara signifikan karena jumlah kejadian nokturia setiap malam pun meningkat.

Namun, Konno mengatakan temuan itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung antara nokturia dan hipertensi. Temuan itu, lanjutnya, mungkin tidak berlaku untuk orang yang tinggal di luar Jepang.

"Hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gaya hidup, asupan garam, etnis, dan latar belakang genetik," kata dia.

Sementara itu, Professor and president of the European Society of Cardiology (ESC) Barbara Casadei mencatat ada lebih dari satu miliar orang di dunia mengalami hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab global utama kematian dini.

"Gaya hidup sehat termasuk pembatasan konsumsi garam, alkohol, makan makanan sehat, olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok disarankan," kata Casadei tentang pencegahan hipertensi.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA