Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Mi Ayam Bukan Makanan Selingan Lho!

Ahad 07 Apr 2019 08:27 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Reiny Dwinanda

Bakmi ayam.

Bakmi ayam.

Foto: dok Republika
Banyak orang merasa belum makan berat meski sudah makan mi ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang menganggap mi ayam sebagai makanan selingan. Mereka merasa belum makan berat meski sudah menyantap semangkuk mi ayam. Padahal, kandungan kalori pada mi ayam setara dengan makan siang.

Lantas apa yang terjadi kalau mi ayam dijadikan camilan? Pertama yang harus diingat, mi ayam mengandung kalori yang sangat tinggi.

"Makan mi ayam lengkap dengan bakso, potongan daging ayam, dan pangsit tidak boleh disebut makan selingan karena memiliki 600 kalori" ujar Prof Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH saat dihubungi Republika.co.id.

Ari menjelaskan, jika mengkonsumsi mi ayam dilakukan setiap hari, secara kalori memang cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan manusia. Namun, untuk kebutuhan seperti metabolisme, itu tidak cukup untuk menunjang ketahanan tubuh dan pertumbuhan.

photo

Bakmi ayam

"Mi ayam pada umumnya tak terlalu banyak mengandung protein," ujar Ari yang juga dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ari menjelaskan, bagi orang yang sehat memang tak masalah mengonsumsi mi ayam tiga kali sehari. Tetapi, jika itu terus-menerus dilakukan, bukan tidak mungkin kebiasaan itu akan memicu tekanan darah tinggi dan hipertensi. Ari pun mengingatkan agar orang dengan penyakit maag dan darah tinggi menghindari mi ayam.

Ari menyebut, orang Cina pada umumnya mengonsumsi mi setiap hari. Namun, mereka tidak mengalami gangguan kesehatan karena dapat menakar kandungan protein dan lemak pada mi ayam.

"Kalau orang Cina makannya mi saja kan tidak ada masalah. Mi itu kan sumber karbohidrat. Yang penting ada unsur proteinnya, ada unsur lemaknya, dan yang penting ada sayurnya," ujarnya.

Ari menjelaskan, penggemar mi ayam harus cermat memerhatikan kandungan makanan favoritnya. Mi ayam harus mengandung banyak variasi zat gizi, seperti ayam, bakso, maupun sayur-sayuran.

"Jadi kalau makan mi ayam itu ayamnya banyak, sayurnya harus banyak juga agar memenuhi kandungan protein dan lemak," tuturnya.

Ari mengimbau, pecinta mi ayam yang memiliki berat badan berlebihan maupun yang sedang melakukan diet agar menghindari mengkonsumsi mi ayam. Dengan begitu, konsumsi mi ayam tidak memicu lemak yang menumpuk pada tubuh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA