Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Makanan Sehat Benarkah Harus Serba Sayuran?

Ahad 24 Mar 2019 09:18 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Makan Sehat. Jangan salah mengira kalau makan sehat berarti hanya makan sayur dan buah saja.

Makan Sehat. Jangan salah mengira kalau makan sehat berarti hanya makan sayur dan buah saja.

Foto: Pexels
Konsep makan sehat sesungguhnya dihasilkan dari kombinasi menu yang berzat gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makan sehat identik dengan konsumsi sayur mentah tanpa rasa. Anggapan pun muncul kalau makan sehat tidak bisa lezat di lidah.

Baca Juga

Padahal menurut Konsultan Gizi dan Kesehatan, Seala Septiani, makanan sehat merupakan makanan yang seimbang. "Nah bukan harus serba sayuran, makanan sehat itu adalah yang seimbang," ujarnya saat dihubungi Republika.

Seala mengatakan makanan yang seimbang dihasilkan melalui kombinasi makanan yang terdiri dari beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan zat gizi. Karena itu, untuk mewujudkan makanan sehat, tidak bisa hanya dengan sayuran.

Tubuh manusia membutuhkan asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Kebutuhan tersebut, menurut Seala, tidak bisa terpenuhi jika hanya dengan mengonsumsi nasi atau sayuran.

"Tapi dari kombinasi makanan-makanan, yakni makanan pokok-lauk-sayur mayur-buah. Itulah yang sehat," tuturnya.

Komposisi makanan yang simbang dan bervariasi akan dapat memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk tubuh. Sehingga, manusia dapat beraktivitas secara optimal tanpa kekuragan zat gizi.

Selain itu, Seala menjelaskan, sebagian tubuh manusia terdiri dari cairan. Karena itu, menjaga asupan cairan di dalam tubuh sangat penting untuk memproses makanan yang dikonsumsi.

Pengajar di Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu menambahkan, makanan sehat lebih baik jika masak sendiri. Sebab, lanjut dia, bumbu dan bahan-bahan makanan tertakar dan bisa dipilih yang menyehatkan.

"Biasanya masak sendiri bisa lebih sehat karena bumbu dan bahan-bahannya lebih tertakar dan bisa dipilih yang sehat-sehat," ujarnya.

Dia menyarankan, memasak makanan sebisa mungkin mengutamakan menumis atau mengukus. Hindari memasak dengan cara menggoreng. "Cara masak seperti tumis, kukus lebih diutamakan daripada goreng dan bakar misalnya. Akan tetapi jika terpaksa harus membeli, bisa pilih menu makanan sesuai kriteria tadi," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA