Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Perempuan Muda Banyak Kena Serangan Jantung

Sabtu 23 Feb 2019 05:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Serangan jantung

Serangan jantung

Foto: ilustrasi
Perempuan muda sekarang kurang sehat dibandingkan generasi sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wanita berusia lebih muda mengalami lebih banyak serangan jantung. Dalam sebuah studi yang dirilis jurnal Circulation, dalam beberapa tahun terakhir hampir sepertiga dari semua pasien serangan jantung adalah wanita.

"Wanita sekarang, dibandingkan dengan generasi wanita yang lebih muda sebelum mereka, kurang sehat. Ini mungkin mencerminkan kesehatan yang buruk secara umum," kata rekan penulis studi Melissa Caughey, dikutip dari Time, Jumat (22/2).

Penelitian tersebut melihat catatan medis dari hampir 30 ribu orang berusia 35 hingga 74 tahun. Mereka dirawat di rumah sakit karena serangan jantung antara 1995 dan 2014.

Pada akhir periode waktu itu, hampir sepertiga pasien dianggap yang memasuki kelompok muda usia 35 hingga 54 tahun, naik dari 27 persen pada 1995 hingga 1999. Peningkatan itu tampaknya sebagian besar didorong oleh pasien wanita. Dari tahun 1995-1999, 21 persen pasien serangan jantung wanita yang dirawat di rumah sakit masih muda. Namun, pada 2010-2014, jumlah itu telah meningkat menjadi 31 persen.

Sementara itu, pasien yang lebih muda menyumbang proporsi yang lebih besar dari rawat inap serangan jantung pria. Namun, persentase meningkat lebih lambat, naik dari 30 persen menjadi 33 persen dari penerimaan antara tahun 1999 hingga 2014.

Para peneliti juga menemukan wanita yang lebih muda yang mengalami serangan jantung lebih mungkin memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan strok dibandingkan pria pada usia yang sama. Studi ini pun bukan makalah pertama yang menunjukan kesehatan keseluruhan wanita muda terus menurun angkanya.

Studi tersebut telah menunjukkan tingkat kanker paru-paru sekarang lebih tinggi pada wanita muda daripada pria muda. Tingkat diabetes tipe 2, bunuh diri dan depresi meningkat lebih cepat pada wanita muda dan anak perempuan. Penyakit hati juga membunuh lebih banyak orang muda Amerika Serikat daripada yang pernah terjadi, terlepas dari gender.

Ahli epidemiologi dan instruktur kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara Chapel Hill ini mengatakan, tingginya tingkat obesitas dan stres, dan rendahnya aktivitas fisik, di antara wanita yang lebih muda bisa disalahkan untuk beberapa masalah tersebut. Meskipun studinya tidak secara khusus melihat faktor-faktor yang telah dijabarkan sebelumnya.

Caughey mencatat, obesitas lebih banyak terjadi pada wanita yang lebih muda daripada pria yang lebih muda. Kondisi ini lebih terjadi terutama untuk wanita kulit hitam, serta di antaranya serangan jantung juga sering terjadi.

Penelitian ini juga menunjukkan wanita masih belum menerima perawatan serangan jantung yang sama dengan pria dengan temuan yang didukung oleh banyak penelitian sebelumnya. Dibandingkan dengan pria, wanita muda dengan serangan jantung tidak menerima tingkat yang sama dengan obat yang diarahkan sesuai ketentuan, seperti obat penurunan lipid, terapi antiplatelet dan beta-blocker. Wanita juga lebih jarang menjalani operasi jantung invasif dibandingkan pria.

Sebagian besar perbedaan itu, kata Caughey,  mungkin karena gejala serangan jantung wanita cenderung lebih sulit dikenali daripada tanda-tanda peringatan pria. Satu studi 2018 menemukan, banyak wanita mengalami gejala yang tampaknya tidak berhubungan dengan jantung, seperti mual, gangguan pencernaan, sakit perut, sesak napas dan rahang, sakit leher dan bahu. Gejala ini bisa mengaburkan apa yang sebenarnya terjadi.

Tapi, fakta dokter tidak selalu mengenali gejala-gejala ini merujuk pada kondisi serangan jantung, dan masih dianggap sebagai penyakit pria. Pada kenyataannya, data di AS menunjukkan kurang lebih jumlah pria dan wanita yang meninggal karena penyakit jantung sama jumlahnya setiap tahun. Jantung tetap menjadi pembunuh utama untuk kedua jenis kelamin itu.

"Dokter cenderung memiliki kecurigaan lebih rendah terhadap serangan jantung dan penyakit jantung untuk wanita. Saya berharap membawa lebih banyak kesadaran," kata Caughey.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA