Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Ternyata, Olahraga Tetap Bermanfaat Setua Apapun Memulainya!

Rabu 13 Mar 2019 20:00 WIB

Rep: Dwina Agustin, Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Olahraga bersepeda. (Ilustrasi)

Olahraga bersepeda. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Setua apapun kita memulainya, olahraga tetap akan bermanfaat bagi tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi yang belum terbiasa, berolahraga rasanya memberatkan. Mereka baru terpanggil untuk lebih aktif bergerak setelah waktu lama berlalu.

Adakah kata "terlambat" untuk merasakan manfaat olahraga? Kabar baiknya, kata itu tidak tertera dalam kamus olahraga.

Setua apapun kita memulainya, olahraga tetap akan mendatangkan manfaat bagi tubuh. Penelitian di National Cancer Institute dari National Institutes of Health (NIH) telah memberikan bukti atas klaim tersebut.

Studi olahraga biasanya merekam tingkat aktivitas fisik orang pada satu titik waktu, seperti ketika usia muda, usia paruh baya atau lebih. Namun, peneliti post doctoral NIH Pedro Saint-Maurice dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah manfaat olahraga berubah jika orang tetap aktif untuk sebagian besar hidup mereka atau bertambah aktif maupun menyusut dalam seiring waktu.

"Kami tidak tahu banyak tentang partisipasi jangka panjang dalam olahraga. Bagaimana menjaga gaya hidup aktif, atau turun dan naik lagi, atau tetap pada tingkat aktivitas yang rendah berdampak pada risiko kesehatan?" ujar Saint-Maurice dikutip dari Time, Sabtu (9/3).

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA Network Open, peneliti bertanya kepada lebih dari 315 ribu orang dewasa Amerika Serikat dengan usia 50 dan 71 tahun. Peserta mendapatkan pertanyaan tentang aktivitas waktu senggang di empat titik berbeda dalam hidup mereka, berusia 15-18 tahun, 19-29 tahun, 35-39 tahun, dan 40-61 tahun.

Orang yang mengatakan mereka berolahraga di mana saja dari dua hingga delapan jam seminggu pada setiap periode memiliki risiko 29 persen hingga 36 persen lebih rendah untuk meninggal karena sebab apa pun selama periode 20 tahun penelitian. Mereka juga menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 42 persen dan kanker hingga 14 persen dibandingkan dengan orang yang tidak aktif.

Semakin banyak orang berolahraga, semakin besar pengurangan risiko terkena penyakit. Banyaknya manfaat kesehatan dari olahraga tidak mengejutkan para peneliti.

Saint-Maurice baru terkejut ketika dia melihat orang-orang yang tidak aktif ketika mereka masih muda, namun meningkatkan tingkat latihan mereka setelah usia 40-an. Peserta juga menunjukkan penurunan risiko kematian dini yang serupa dengan orang-orang yang berolahraga secara konsisten sepanjang hidup. Penurunan tersebut dari 32 persen menjadi 35 persen dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga.

Penurunan pada penyakit jantung dan risiko kanker juga serupa dengan orang yang berolahraga. Bagi orang-orang ini juga, mereka yang meningkatkan level latihan mereka paling banyak mendapatkan manfaat terbesar. Mengapa bersusah payah berolahraga secara konsisten sepanjang hidup?

Ada manfaat lain, baik mental dan fisik, untuk tetap aktif secara konsisten. Para ahli mengatakan, membiasakan berolahraga ketika masih muda akan lebih mungkin untuk menjaga pola-pola itu di kemudian hari.

Pesan yang lebih penting, menurut Saint-Maurice, adalah hasilnya menunjukkan tidak terlalu penting kapan kita memulai latihan. Bahkan jika dilakukan entah kapan di masa depan, olahraga tetap akan tetap memberi manfaat bagi orang yang melakoninya.

"Adalah baik untuk mempertahankan gaya hidup aktif setiap saat terlepas dari usia Anda. Namun, satu hal yang baik adalah jika Anda belum aktif, Anda masih bisa mendapat manfaat jika Anda mulai aktif di usia 40-an dan 50-an, berdasarkan hasil kami," kata Saint-Maurice.

Perlu dicatat, orang-orang melaporkan kebiasaan olahraga mereka dari beberapa dekade yang lalu, sehingga mungkin ada kesalahan mengingat. Survei pun tidak menanyakan jenis latihan apa yang dilakukan orang.

Sebagian besar orang yang berolahraga mendapatkan aktivitas fisik sedang hingga berat yang direkomendasikan 150 menit per pekan. Penelitian menunjukkan aktivitas fisik tidak harus terjadi dalam durasi yang lebih lama, bahkan sebentar pun ada manfaatnya.

Studi lain telah mengisyaratkan mengapa olahraga mungkin sangat efektif dalam menurunkan risiko kematian dini. Aktivitas fisik yang teratur dapat mengurangi obesitas serta diabetes tipe 2, yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung dan dapat berkontribusi pada penuaan dini dan kematian.

"Ini pesan yang bagus, untuk mengetahui bahwa itu belum terlambat jika Anda belum berada di lintasan latihan yang benar," ujar Saint-Maurice.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA