Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Musik Bantu Tingkatkan Semangat dan Fokus

Rabu 05 Dec 2018 17:58 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Mendengarkan musik

Mendengarkan musik

Foto: Mentalfloss
Saat mendengarkan musik favorit, tubuh akan mengeluarkan hormon pemicu kebahagiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengarkan musik dapat memberi efek terhadap perasaan seseorang. Manfaat lainnya juga dapat menambah semangat saat beraktivitas, bahkan dapat membantu seseorang menjadi lebih fokus.

Manfaat musik pada otak ini dilakukan oleh Simone Ritter dari Radbound University di Belanda dan Sam Ferguson dari University of Technology Sydney, Australia. Mereka melakukan riset terhadap 155 orang untuk mengetahui efek yang ditimbulkan musik terhadap kemampuan kognitif seseorang.

Partisipan dibagi menjadi beberapa kelompok dan harus mendengarkan satu dari empat genre musik yang berbeda, yakni bertempo tenang, bahagia, sedih dan gelisah, serta grup yang tidak mendengarkan musik apa pun. Setelah musik mulai diperdengarkan, partisipan mulai mengerjakan beberapa tugas terkait dengan kemampuan kognitif otak.

Dari hasil analisa penelitian, ditemukan grup yang mendengarkan musik dengan tempo cepat atau bertema bahagia dapat memberikan solusi yang inovatif dalam menghadapi masalah serta dapat memberikan ide-ide kreatif. Hasil penelitian Teresa Lesiuk dari University of Windsor, Kanada, pun menguatkan studi tersebut.

Dalam penelitian ini,  musik dapat membantu menyelesaikan tugas repetitif lebih cepat dengan kesalahan yang minim. Dampak positif ini bukan berasal dari musik saja, namun, efek dari lagu terhadap mood pendengarnya.

Saat mendengarkan musik favorit, tubuh akan mengeluarkan hormon pemicu kebahagiaan seperti dopamin dan serotonin. Pekerja pabrik, akuntan, bahkan dokter bedah pun gemar mendengarkan musik untuk meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Menurut multi-instrumentalis Will Henshaw, jenis musik yang paling cocok untuk membantu seseorang lebih fokus bergantung pada tipe otak. Namun, musik elektronik bertempo cepat (dance atau trance) yang kemudian diikuti dengan musik bertempo lambat, seperti musik klasik adalah pilihan terbaik.

Salah satu aplikasi streaming musik yang dapat menjadi rujukan adalah Deezer. Aplikasi musik streaming ini memberikan sentuhan personal dengan library musik berkualitas baik dan besar, yaitu sebanyak lebih dari 53 juta lagu.

Saat pengguna baru memasuki aplikasi Deezer, mereka akan diminta memilih maksimal lima pilihan genre musik favoritnya dari beragam genre musik yang disediakan oleh Deezer. Setelah genre musik dipilih, algoritma cerdas yang dimiliki Deezer mulai mempelajari selera musik penggunanya dan akan memberikan rekomendasi musik sesuai dengan genre yang disukai oleh penggunanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA