Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Kesepian Ternyata tidak Baik untuk Kesehatan

Rabu 31 Okt 2018 11:33 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Wanita Kesepian

Ilustrasi Wanita Kesepian

Foto: pixabay
Layaknya penyakit, perasaan kesepian itu bisa menular kepada orang lain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manusia sejatinya adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dan kehadiran orang lain di dalam hidupnya. Tidak hanya untuk kepentingan bersosial, manusia butuh terkoneksi dengan orang lain untuk tetap bisa sehat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa koneksi sosial sangat penting untuk kesehatan mental dan tubuh. Orang yang jarang bersosial akan mudah merasa kesepian. Rasa kesepian inilah yang akan membuat kondisi kesehatan memburuk.

Layaknya penyakit, perasaan kesepian itu bisa menular kepada orang lain. Prosesnya terjadi dengan mudah ketika seseorang menangkap perasaan kesepian dari orang lain di satu lingkungan yang sama. 

Orang yang selalu merasa kesepian setiap harinya mulai untuk sulit mempercayai orang lain. Ini akan menciptakan lingkaran setan yang membuat seseorang kesepian lalu mengisolasi diri dari bersosialisasi. 

Kesepian juga dikaitkan dengan depresi. Salah satu gejala depresi adalah isolasi sosial. Bagi seseorang yang sudah mengalami kesepian akut, suasana hatinya akan sangat mudah dipengaruhi. Kondisi ini tentunya tidak baik untuk kesehatan mental seseorang.

Selain itu, kesepian juga berdampak buruk untuk kesehatan otak. Kesepian akan lebih mudah membuat perhatian, fungsi eksekutif dan kognitif menjadi terganggu. Lebih parah, perasaan ini bahkan bisa berujung pada penyakit Alzheimer. Kesepian dapat meningkatkan risiko terhadap demensia sebesar 40 persen. 

Tidak hanya kesehatan mental dan otak, kesepian juga bisa memperburuk kondisi kesehatan tubuh seseorang. Perasaan kesepian dapat meningkatkan aktivitas gen peradangan serta menurunkan gen anti-virus. Kesepian juga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik yang bertanggung jawab merespons stres dan ancaman. 

Faktor kunci untuk mengatasi segala permasalahan yang diakibatkan oleh kesepian ini adalah dengan melakukan koneksi sosial. Koneksi sosial, baik dalam bentuk obrolan ringan atau hubungan pertemanan yang mendalam, terbukti dapat membantu seseorang menjadi lebih sehat dan lebih bahagia, dilansir dari Forbes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA