Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Mental dan Karakter Anak Indonesia Masih Memprihatinkan

Rabu 10 Oct 2018 19:19 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Ani Nursalikah

 Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) mendengarkan dongeng di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) mendengarkan dongeng di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Foto: Republika/Yasin Habibi
Pola didik yang salah di PAUD sebabkan mentalitas pemuda Indonesia bermasalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kompetensi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia dinilai masih sangat rendah. Akibatnya, perkembangan kepribadian sikap, karakter, mental dan intelektual anak di Indonesia masih sangat memprihatinkan.

“Saya pernah ke Jepang untuk melihat pola ajar PAUD di sana. Sangat jauh dibandingkan dengan Indonesia, di Jepang guru PAUD itu benar-benar bisa membuat suasana kelas yang gembira, juga bisa memainkan peranan aktif dalam semua hal tentang anak,” kata Spesialis Kedokteran Jiwa Kusman Suriakusumah dalam sebuah diskusi di Universitas Paramadina Jakarta, Rabu (10/10).

Ketua Yayasan Titik Balik ini melanjutkan, guru PAUD di Indonesia juga mayoritas minim pengetahuan tentang pola asuh anak. Padahal pada usia nol sampai lima tahun anak sedang melewasi fase penting yang akan menentukan kepribadian sikap ketika dia beranjak dewasa.

Idealnya, guru PAUD harus pintar mendongeng, lihai bermain musik, mengetahui pola asuh dan fase perkembangan anak, serta bisa membuat strategi mendidik anak PAUD. “Kalau tahu bagaimana strateginya, maka anak akan diasuh dengan benar. Yang intinya guru itu harus bisa membuat anak tertawa gembira. Kuncinya di situ,” ujar Kusman.

Dia menyampaikan, pola asuh dan didik yang salah di PAUD yang menyebabkan mentalitas pemuda di Indonesia banyak yang bermasalah karena sejak kecil mereka tidak diasuh dengan pola yang baik dan tepat. Dia juga mengkritisi kurikulum PAUD yang diterapkan saat ini. Menurut dia, kurikulum PAUD belum cukup merepresentasikan strategi mendidik yang pas untuk anak usia dini.

“Jangan sampai triliun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk PAUD tidak ada hasilnya bagi perkembangan mental dan intelektual anak," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA