Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Cedera Otak Traumatis Picu Demensia

Rabu 11 Apr 2018 18:05 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Winda Destiana Putri

Ilustrasi Demensia

Ilustrasi Demensia

Foto: pixabay
Risiko demensia tertinggi berada pada orang yang menderita cedera otak traumatis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para peneliti Amerika Serikat telah melakukan penemuan cedera otak traumatis berkaitan dengan peningkatan risiko demensia. Risiko demensia tertinggi berada pada orang-orang yang menderita cedera otak traumatis, bahkan satu penderita cedera ringan sangat terkait dengan peningkatan risiko demensia.

Dilansir dari The New York Times, dari penelitian di Lancet Psychiatry menggunakan database kesehatan negara Denmark. Database itu mencakup semua penduduk pada 1 Januari 1995 yang berusia setidaknya 50 tahun, dimana beberapa di antaranya berumur 36 tahun pada 1977 hingga 2013.

Namun, penulis utama, Dr. Jesse R. Fann, yang juga merupakan seorang profesor psikiatri di University of Washington School of Medicine, mengatakan risiko absolut untuk mendapatkan demensia semuda 50 tahun cukup rendah. "Saya tidak ingin orang berpikir bahwa hanya karena Anda mengalami cedera kepala Anda pasti akan menderita demensia," katanya.

Dari sebanyak sekitar 2.794.852 orang, mereka menemukan sebanyak 258.827 yang  memiliki paling tidak satu penderita cedera otak traumatis. Cedera otak itu memliki tingkat keparahan. Cedera otak yang paling parah yang dapat menyebabkan ketidaksadaran yang luas, koma atau bahkan terbukti fatal.

Setelah disesuaikan untuk penyakit medis, neurologis dan psikiatrik, mereka yang penah mengalami cedera otak traumatis memiliki risiko 24 persen lebih tinggi untuk demensia. Bahkan, memiliki hampir tiga kali lipat risiko, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah memiliki cedera otak traumatis.

Bahkan cedera otak traumatis ringan tunggal juga meningkatkan risiko sebesar 17 persen. Sekitar 85 persen adalah cidera otak traumatis pertama yang mereka diagnosis adalah pada tipe ringan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA