Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Vaksin dan Skrining Cegah Timbulnya Kanker Serviks

Senin 14 Aug 2017 17:16 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani

 vaksin kanker serviks

vaksin kanker serviks

Foto: EPA / MICK TSIKAS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit kanker serviks hingga saat ini masih menjadi penyakit yang menyebabkan penderitanya berujung pada kematian. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim karena perubahan sel normal serviks. Virus Human Papilloma Virus (HPV) atau infeksi HPV bertanggung jawab atas timbulnya kanker serviks.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta, ada dua metode untuk mencegah timbulnya kanker serviks. "Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV sedangkan deteksi dini dilakukan dengan skrining IVA atau pap smear," kata Venita, Senin (14/8).

Hal ini sangat meningkatkan angka kesembuhan apalagi pada mereka yang terdeteksi pada saat masih berupa stadium pra-kanker. Venita mengatakan masalah biaya seharusnya bukan alasan untuk tidak melakukan pencegahan kanker serviks. Ini karena tindakan pencegahan tersebut sudah dipayungi oleh BPJS Kesehatan.

"Paling minim tiga tahun sekali lakukanlah pap smear untuk wanita yang sudah menikah, sementara untuk yang belum menikah atau remaja perlu memperoleh vaksin," imbuhnya.

Namun masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa vaksin dan skrining dapat mencegah timbulnya kanker serviks. Ketua Umum Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG(K) mengatakan kondisi itu tercermin dari data yang dihimpun oleh RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Sebanyak 70 persen penderita kanker serviks datang dengan stadium lanjut (stadium >3b). Kelompok penderita terbanyak adalah wanita dalam rentang usia 35-55 tahun sehingga memengaruhi angka harapan hidup pasien.

Data sepanjang 2010 sampai 2014 menunjukkan hanya 14 persen pasien yang mampu bertahan hidup hingga satu tahun. Bahkan dalam lima tahun angka harapan hidup (survival rate) adalah nol persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA