Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Sabun Antibakteria dengan Dua Bahan Ini Dilarang di AS

Senin 05 Sep 2016 09:27 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Andi Nur Aminah

Mencuci tangan (ilustrasi)

Mencuci tangan (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, Baru-baru ini badan keamanan pangan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), melarang sabun tangan dan badan antibakteria yang mengandung bahan tricolsan dan triclocarban. Ini dikarenakan kedua bahan tersebut dikhawatirkan menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan hormon, resistensi bakteri dan bahkan mungkin kanker hati.

FDA seperti dilansir Health.com, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan tak bisa lagi memasarkan sabun tangan maupun badan antibakteria yang mengandung bahan-bahan tersebut. Itu karena produsen tak menunjukkan kedua bahan tadi aman untuk penggunaan sehari-hari jangka panjang. Begitu juga penggunaannya lebih efektif dari sabun dan air biasa dalam mencegah penyakit serta penyebaran infeksi.

FDA mengatakan, aturan ini dimaksudkan untuk produk yang memerlukan penggunaan air tidak termasuk hand sanitizer dan tisu basah. Beberapa perusahaan memang telah lebih dulu menghapus kedua bahan ini dari sabun produksi mereka.

Pada 2013, FDA telah meminta produsen sabun untuk memberikan bukti tentang keamanan dan efektivitas penggunaan bahan seperti tricolsan dan triclocarban. Sebab data menunjukkan keduanya dapat meningkatkan risiko untuk masalah hormonal dan resistensi bakteri.

"Konsumen mungkin berpikir mencuci dengan sabun antibakteri ini lebih efektif dalam mencegah penyebaran kuman, tapi kami tidak memiliki bukti ilmiah bahwa mereka lebih baik daripada sabun biasa dan air," kata Direktur Center for Drug Evaluation and Research (CDER) FDA Janet Woodcock.

Jika perusahaan ingin terus menggunakan bahan-bahan ini mereka harus membuktikan bahwa mereka bekerja lebih baik untuk mengurangi infeksi dari produk yang tidak mengandung mereka. Sebab menurut Woodcock penggunaan dua bahan itu dalam jangka panjang kemungkinan lebih berbahaya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA