Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Makanan Pedas Bantu Anda Hidup Lebih Lama

Kamis 27 Aug 2015 09:13 WIB

Rep: MGROL44/ Red: Winda Destiana Putri

Makan makanan pedas untuk hidup lebih lama (Ilustrasi)

Makan makanan pedas untuk hidup lebih lama (Ilustrasi)

Foto: FoodDaily

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah penelitian yang diterbutkan BMJ pekan ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat membuat umur Anda lebih panjang dan hidup lebih lama.

Makanan pedas disinyalir dapat membuat seseorang hidup lebih lama atau memiliki umur yang panjang. Hal ini karena orang yang sering mengonsumsi makanan pedas lebih rendah risiko terserang penyakit jantung, pernapasan, diabetes dan kanker.

Penelitian ini dilakukan oleh BMJ menggunakan sampel sebanyak 500.000 orang yang berusia 35 sampai 79 tahun di seluruh Cina selama tujuh tahun terakhir. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan pedas satu atau dua hari dalam seminggu memiliki 10 persen risiko terserang penyakit berbahaya, berbeda dengan orang yang tidak suka pedas memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit berbahaya yang berujung pada kematian.

Risiko itu bahkan lebih rendah bagi mereka yang makan makanan pedas antara tiga sampai tujuh hari dalam seminggu. "Cabai merupakan makanan populer di Cina, ia adalah rempah-rempah yang paling umum dikonsumsi untuk membuat seseorang hidup menjadi lebih lama dan banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh," ujar salah satu dokter di Cina dilansir Yahoo Kamis (27/8).

Dikatakan lebih lanjut cabai juga memiliki zat yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. "Cabai memiliki senyawa capsaicin bioaktif dan antioksidan yang bagus untuk melawan kanker."

Selain makanan pedas masih banyak juga makanan lain yang bisa membuat hidup Anda lebih lama. Jenis makanan tersebut, seperti sup ayam, keju, sayuran hijau dan masih banyak lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA