Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

'Rasa Kesepian Dua Kali Lipat Lebih Buruk dari Obesitas'

Senin 17 Feb 2014 17:19 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Hazliansyah

Kesepian (ilustrasi)

Kesepian (ilustrasi)

Foto: superjuniorff2010.wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON --  Studi terbaru menunjukkan, kesepian dalam hidup ternyata memiliki pengaruh dua kali lipat lebih buruk terhadap kesehatan seseorang, dibanding dengan obesitas.

Sejumlah peneliti menemukan, perasaan terisolasi dapat memiliki dampak yang merusak pada orang berusia lanjut. Seperti dilansir dari The Guardian, Senin (17/2), para ilmuwan di Inggris telah melibatkan lebih dari 2.000 orang berusia 50 tahun ke atas untuk meneliti hubungan perasaan kesepian dengan dampaknya pada kesehatan.

Dalam studi yang dilakukan selama enam tahun itu, para peneliti mendapati orang yang merasa sangat kesepian dalam hidupnya hampir dua kali lebih mungkin meninggal lebih cepat, dibanding dengan mereka yang tidak terlalu kesepian. Dibandingkan dengan rata-rata responden dalam penelitian ini, mereka yang mengaku kesepian memiliki risiko 14 persen lebih besar untuk meninggal.

Angka tersebut menunjukkan rasa kesepian memiliki dampak sekitar dua kali lipat pada kematian dini, bila dibandingkan obesitas. Temuan tersebut juga menunjukkan, krisis semacam ini sangat berpotensi menerpa penduduk lanjut usia dan orang-orang yang hidupnya menyendiri atau jauh dari keluarga.

Sebuah penelitian mengenai rasa kesepian yang dihadapi orang-orang lansia di Inggris pada 2012 mengungkap, lebih dari seperlima responden merasa kesepian sepanjang waktu, dan seperempat di antaranya menjadi lebih kesepian lagi selama lima tahun.

Setengah dari mereka yang ikut dalam survei tersebut mengatakan, kesepian yang mereka rasakan menjadi lebih buruk pada setiap akhir pekan. Sementara, tiga perempat responden mengaku sangat menderita lebih di malam hari.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga telah mengaitkan rasa kesepian untuk berbagai masalah kesehatan. Mulai dari tekanan darah tinggi (hipertensi), hingga melemahnya sistem kekebalan tubuh. Semua ini mempunyai risiko yang lebih besar dari depresi, serangan jantung, dan stroke.

Dalam buku terbarunya berjudul Loneliness, psikolog di Universitas Chicago John Cacioppo mengatakan, rasa sakit akibat kesepian ini mirip dengan rasa sakit yang mendera fisik seseorang.

“Orang-orang harus sudah harus memikirkan bagaimana melindungi diri mereka dari depresi dan kematian dini pada usia pensiunnya kelak. Karena rata-rata mereka akan menghadapi rasa kesepian ketika memasuki masa-masa tersebut.”

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA