Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Awas, Sakit Gigi Bisa Pengaruhi Keperkasaan Pria

Kamis 30 Aug 2012 11:02 WIB

Rep: Burhanuddin Bella/ Red: Endah Hapsari

Disfungsi ereksi yang dapat menimbulkan stres/ilustrasi

Disfungsi ereksi yang dapat menimbulkan stres/ilustrasi

Foto: militarymentalhealth.org

REPUBLIKA.CO.ID, Sakit gigi? Yang satu ini memang sangat menyiksa. Rasa nyeri yang timbul akibat sakit gigi membuat kita serba susah. Mau makan susah, tidur susah, melakukan apa pun rasanya susah. Tapi tahukah Anda, ada akibat lain yang lebih serius dari nyeri gigi ini, yaitu menurunkan 'keperkasaan' pria (disfungsi ereksi). Wah, para pria mesti waspada nih!

Inilah hasil riset ilmiah yang dilakukan drg Hasanuddin Thahir SpPerio dari Bagian Periodontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, bersama rekan sejawatnya, Wardihan Sinrang dari Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Unhas.

Hasanuddin mengatakan, di ruang praktiknya ia kerap menemukan penderita sakit gigi yang mengalami gangguan disfungsi ereksi. Mereka kehilangan kemampuan bercumbu dengan istri ketika rasa nyeri mendera. Hilangnya kemampuan seksual itu berlangsung lama, sepanjang rasa nyeri itu tak teratasi. ''Kalau sakitnya selama sepekan, ya selama itu pula mereka tidak 'menyentuh' istri,'' kata Hasanuddin.

Tak hanya mendengar keluh-kesah para pasiennya, dokter gigi ini juga tergerak untuk melakukan penelitian. Ia ingin mengetahui lebih dalam bagaimana nyeri gigi memengaruhi kemampuan seksual seorang pria. Penelitian ini melibatkan 35 pria beristri yang mempunyai keluhan nyeri gigi paling sedikit selama sepekan. Usia mereka antara 35-55 tahun. Setelah menjalani perawatan, mereka pun dievaluasi. Sebanyak 10 orang, dinyatakan menderita pulpitis akut yakni nyeri akibat gigi berlubang yang sangat, tujuh orang didiagnosis menderita pulpitis kronis, enam orang mengalami periodontitis akut (radang antara gusi dan gigi), enam orang menderita periodontitis kronis, dan hiperaemia pulpa atau ngilu gigi (6 orang).

Penelitian dilakukan akhir tahun lalu. Data diambil secara lisan (wawancara) dan tertulis. Menurut kedua peneliti ini, dipilihnya responden berusia di atas 35 tahun karena pada pria dengan usia di bawah 35 tahun, nyeri gigi tidak memengaruhi gairah seksual.

Setelah melakukan penelitian, Hasanuddin dan Wardihan menyimpulkan, nyeri gigi akibat pulpitis akut, periodontitis akut, dan hyperaemia pulpa memengaruhi disfungsi ereksi secara bermakna. Ini berbeda pada penderita periodontitis kronis dan pulpitis kronis. Pada mereka, rasa nyeri yang muncul tidak menimbulkan pengaruh signifikan terhadap gairah seksual. ''Dari penelitian ini disimpulkan, nyeri yang ditimbulkan oleh penyakit gigi dan periodontal dapat memengaruhi kehidupan seksual yang selanjutnya menurunkan kualitas hidup seseorang,'' tutur Hasanuddin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA