Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Mau Sehat, Mulailah dengan Olahraga

Kamis 21 Feb 2019 02:21 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Agung Sasongko

olahraga

olahraga

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menjadi sehat tidaklah mudah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi sehat tidaklah mudah. Pertanyaanya, seberapa sulitkah menjadi sehat?

Sebuah penelitian yang diterbbitkan Jurnal Internasional Obesitas seperti dilansir Time menyebutkan salah satu cara menjadi sehat adalah dengan memulai olahraga.

"Sulit memulai diet. Kebanyakan orang merasa kehilangan kesempatan. Alih-alih mengambil sesuatu, Anda dapat menambahkan aktivitas fisik dalam hidup Anda, dan perubahan yang diakibatkan mungkin merupakan perubahan signifikan dalam cara Anda makan," kata salah seorang peneliti Molly Bray, dikutip dari Time, Rabu (20/1).

Untuk penelitian ini, tim merekrut lebih dari 2.500 mahasiswa yang mengatakan mereka tidak melakukan diet dan berolahraga kurang dari 30 menit per minggu. Peserta itu dimasukkan ke dalam rencana latihan aerobik 15 minggu yang melibatkan cardio selama 30-60 menit, tiga kali seminggu.

Setiap orang diminta mengisi kuesioner diet di awal dan akhir penelitian. Di samping itu, mereka yang terlibat pun disuruh untuk tidak mengubah kebiasaan makan.

Meski tidak disarankan untuk mengubah kebiasaan makan, banyak dari mereka yang melakukannya. Sekitar 2.000 terjebak dengan rencana latihan, dan mereka lebih mungkin mengubah pola makan.

Banyak dari mereka yang berolahraga mulai mengonsumsi makanan yang lebih bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, ikan dan kacang-kacangan, dan lebih sedikit makanan goreng, soda, dan makanan ringan. Semakin banyak dan lebih giat berolahraga, semakin banyak pola makan sehat yang cenderung meningkat.

Durasi latihan yang lebih lama dikaitkan dengan penurunan preferensi untuk karakteristik makanan dari diet standar, seperti daging merah, makanan yang digoreng, dan makanan ringan. Sementara itu, olahraga intensitas tinggi dikaitkan dengan peningkatan preferensi untuk makanan sehat. 

Secara keseluruhan, menurut ketua departemen ilmu gizi di University of Texas di Austin, artinya timbul kepatuhan dengan program olahraga dikaitkan dengan gerakan menuju makan yang lebih sehat secara keseluruhan.

"Ada banyak penelitian yang hasilnya positif memicu kepatuhan dan kegigihan dan perubahan lainnya secara psikologis. Beberapa orang mungkin berkata, 'Wow, lihat, celana pendek saya terasa lebih longgar. Saya akan bekerja pada perilaku makan saya,'" ujar Bray.

Selain itu, banyak penelitian menunjukkan olahraga dapat mengubah fungsi otak. Bray mengatakan, ini mungkin di belakang alasan kuat keinginan untuk makan lebih sehat.

"Saya benar-benar berpikir olahraga mengubah proses saraf di otak Anda. Stimulasi otak Anda yang terjadi dengan latihan intensitas tinggi adalah apa yang mengubah banyak hal tentang tubuh Anda," kata Bray.

Meski olahraga mendorong untuk konsumsi makanan sehat, ini tidak bekerja dua arah. Bray menjelaskan, melakukan diet sehat mungkin tidak akan membuat seseorang menaiki treadmill. Meskipun studinya tidak secara langsung membahas hubungan itu, Bray percaya  pilihan makanan dapat membuat otak berubah dengan cara yang sama seperti aktivitas fisik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA