Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Roti Bakar Berpotensi Lebih Beracun daripada Polusi Udara

Selasa 19 Feb 2019 14:28 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Panggangan roti.

Panggangan roti.

Foto: Pixabay
Memanggang roti berpotensi memindahkan kotoran dari panggangan ke roti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi sebagian orang, mengubah roti menjadi roti panggang atau roti bakar akan menambah cita rasa dan kelezatan roti. Untuk sarapan, teman minum kopi, bahkan saat santai roti bakar kerap menjadi pilihan untuk disantap bersama.

Baca Juga

Namun tahukah ternyata roti bakar atau roti panggang memiliki potensi penyakit berbahaya bagi tubuh?

Peneliti dari Amerika Marina Vance menyatakan roti panggang atau bakar terbukti bisa beracun. Karena partikel pada pengharum ruangan, pembasmi serangga, atau asap rokok bisa jadi menempel di tungku pemanggang atau toaster.

Maka dari itu proses pembakaran dan pemanggangan berpotensi memindahkan kotoran yang menempel di pemanggang pada roti yang akan disantap. “Ketika Anda membuat roti bakar, elemen pemanas mulai menghangatkan puing-puing dan kotoran di pemanggang yang termasuk minyak,” ungkap Vance dilansir News.com.au, Selasa (19/2).

Bahkan menurut studi terbaru, memanggang atau membakar roti akan memancarkan partikel yang mirip dengan partikel pada polusi lalu lintas. Terlebih ketika roti panggang dibiarkan berubah menjadi cokelat tua, tingkat partikel melonjak hingga 3.000 hingga 4.000 mikrogram per meter kubik. Jumlah itu sama dengan partikel udara di persimpangan lalu lintas yang sibuk.

Atau bahkan bernilai 150 kali lipat dari batas kualitas udara bersih yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Karena menurut WHO udara yang bersih harus mengandung tidak lebih dari 25 mikrogram partikel halus.

“Makanya itu mengarah pada apa yang akan dianggap tingkat polusi udara 'sangat tidak sehat' jika dibandingkan dengan standar kualitas udara luar,” ungkap dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA