Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Semakin Sering Olahraga, Semakin Panjang Usia

Senin 18 Feb 2019 08:14 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

 Meski hujan gerimis di kawasan Car Free Day, warga tetap antusias untuk melakukan olahraga pagi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.  (foto : MgROL_34)

Meski hujan gerimis di kawasan Car Free Day, warga tetap antusias untuk melakukan olahraga pagi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (foto : MgROL_34)

Mengetahui usia fisiologis adalah motivasi yang baik untuk meningkatkan olahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, CLEVELAND -- Penelitian di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan, usia fisiologis Anda adalah seberapa baik Anda olahraga. Dilansir di Malay Mail, para peneliti melakukan studi besar baru di Klinik Cleveland dengan melihat 126.356 pasien dengan usia rata-rata 53,5 tahun.

Mereka dirujuk ke klinik untuk tes stres latihan pertama, sebuah tes umum yang mendiagnosis masalah jantung. Selama tes, pasien berjalan di atas treadmill. Peneliti mengukur kapasitas olahraga, respons detak jantung untuk berolahraga, dan pemulihan detak jantung.

Baca Juga

Para peneliti kemudian mengembangkan formula yang menghitung seberapa baik orang merespons olahraga, yaitu usia fisiologis mereka. Formula tersebut mereka sebut A-BEST (Usia Berdasarkan Pengujian Stres Latihan). Mereka juga mempertimbangkan jenis kelamin dan obat apa pun yang memengaruhi detak jantung.

Temuan yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology, menunjukkan setelah tindak lanjut rata-rata 8,7 tahun, A-BEST adalah prediktor mortalitas yang lebih baik daripada usia yang sebenarnya, bahkan setelah mempertimbangkan jenis kelamin, merokok, indeks massa tubuh, penggunaan statin, diabetes, hipertensi, penyakit arteri koroner, dan penyakit ginjal stadium akhir.

"Usia adalah salah satu faktor risiko kematian yang paling dapat diandalkan. Semakin tua usia Anda, semakin besar risiko Anda untuk meninggal," kata penulis studi, Serge Harb.

photo

Tetapi mereka menemukan kesehatan fisiologis adalah prediktor yang lebih baik. Dia menyarankan, jika Anda ingin hidup lebih lama maka berolahraga lebih banyak. Itu akan meningkatkan kesehatan dan umur Anda.

Harb menambahkan, A-BEST juga dapat digunakan oleh dokter ketika memberikan pasien hasil tes latihan, "Memberi tahu pasien perkiraan usia mereka berdasarkan kinerja olahraga adalah perkiraan kuat umur panjang dan lebih mudah dipahami daripada memberikan hasil untuk masing-masing komponen pemeriksaan," ujarnya.

Menurutnya, mengetahui usia fisiologis Anda adalah motivasi yang baik untuk meningkatkan kinerja olahraga Anda, yang artinya dapat menjadi peningkatan kelangsungan hidup. “Memberi tahu seorang anak berusia 45 tahun bahwa usia fisiologis mereka adalah 55 harus menjadi motivasi bahwa mereka kehilangan tahun kehidupan dengan tidak layak. Di sisi lain, seseorang berusia 65 tahun dengan A-BEST 50 kemungkinan akan hidup lebih lama dari rekan-rekan mereka."

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA