Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Kuning Telur Buruk untuk Diet, Mitos atau Fakta?

Sabtu 16 Feb 2019 10:28 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah

Telur rebus setengah matang.

Telur rebus setengah matang.

Foto: Flickr
Nutrisi optimal hanya bisa didapat dari kombinasi putih dan kuning telur.

REPUBLIKA.CO.ID, STORRS -- Telur utuh penuh dengan berbagai nutrisi. Menu itu menjadi pilihan tepat untuk diet pengendalian berat badan atau pembentukan otot. Namun, sebagian orang menghindari kuningnya karena kandungan kolesterol tinggi.

Sebutir telur mengandung 186 miligram kolesterol, yang semuanya ditemukan pada bagian kuningnya. Dengan fakta tersebut, benarkah kita harus berhenti makan kuning telur dan hanya mengonsumsi bagian putihnya saja?

Ternyata, para pakar gizi tidak setuju. Memang benar kuning telur mengandung kolesterol tinggi, tetapi tidak seburuk yang dikatakan. Tubuh justru membutuhkan kolesterol untuk membuat testosteron, yang membantu meningkatkan tingkat energi dan membangun otot.

Nutrisi optimal hanya bisa didapat dari kombinasi putih dan kuning telur. Bagian putih telur merupakan sumber protein yang kaya, sementara kuning telur dipenuhi nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B2, vitamin B12, dan vitamin D.

Studi oleh Universitas Connecticut di Storrs, Connecticut, Amerika Serikat, mendukung anjuran untuk makan telur secara utuh. Para periset menemukan lemak dalam kuning telur malah membantu memerangi kolesterol jahat dari tubuh.

Baca Juga

photo
Meski mengandung kolestrol di bagian kuning, namun telur mengandung manfaat yang begitu besar untuk kesehatan tubuh.

Penelitian itu menyarankan untuk membuang anggapan lama bahwa kuning telur berbahaya bagi kesehatan dan tidak perlu dikonsumsi. Bahkan jika Anda mencoba menurunkan berat badan, memakan satu atau dua butir telur utuh akan sangat membantu.

Saat menjalani diet rendah karbohidrat, telur utuh pun lebih baik daripada putih telur saja. Sebab, telur utuh mengandung kalori rendah. Lemak yang ada di dalamnya memperlambat penyerapan protein sehingga bisa kenyang lebih lama.

Belum lagi, telur utuh kaya asam amino yang mendukung pembentukan tubuh. Jangan menghindari konsumsi kuning telur kecuali ahli gizi Anda secara khusus menyarankan hal itu, dikutip dari laman Times of India, Sabtu (16/2).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA