Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Stroberi, Baik Bagi Jantung hingga Sembelit (2-Habis)

Selasa 12 Feb 2019 07:06 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Stroberi

Stroberi

Foto: flickr
Nutrisi dari stroberi bisa melindungi dari beragam penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stroberi memiliki banyak ragamnya. Setidaknya ada lebih dari 600 varietas stroberi. Buah berry yang sedikit asam ini termasuk di antara 10 buah dan sayuran teratas untuk kandungan antioksidan.

Manfaat mengonsumsi buah dan sayuran dalam segala jenis, termasuk stroberi, bervariasi. Ketika konsumsi makanan nabati meningkat, risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker turun.

Asupan buah dan sayuran yang tinggi juga dikaitkan dengan kulit dan rambut yang sehat, peningkatan energi, dan penurunan berat badan. Peningkatan konsumsi buah-buahan dan sayuran secara signifikan mengurangi risiko obesitas dan kematian secara keseluruhan.

Manfaat stroberi membanggakan berbagai manfaat potensial bagi kesehatan dan dapat membantu melindungi dari beragam penyakit.

Tekanan darah

Karena kandungan potasium yang tinggi, stroberi direkomendasikan untuk mereka yang memiliki tekanan darah tinggi untuk membantu meniadakan efek natrium dalam tubuh. Sebuah asupan kalium yang rendah adalah sama besar faktor risiko untuk mengembangkan tekanan darah tinggi sebagai asupan natrium tinggi.

Menurut Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional, kurang dari 2 persen orang dewasa Amerika memenuhi rekomendasi harian 4.700 miligram untuk kalium. Juga perlu dicatat, asupan kalium tinggi dikaitkan dengan penurunan 20 persen dalam risiko meninggal karena semua penyebab.

Sembelit

Mengonsumsi makanan yang tinggi kadar air dan serat, seperti stroberi, anggur, semangka, dan blewah dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan buang air besar teratur. Serat sangat penting untuk meminimalkan sembelit dan menambahkan kotoran pada tinja.

Diabetes

Stroberi adalah makanan indeks glikemik rendah dan tinggi serat, yang membantu mengatur gula darah dan menjaganya tetap stabil dengan menghindari tinggi dan rendah yang ekstrem. Stroberi adalah pilihan buah yang cerdas bagi penderita diabetes, karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah (40) daripada banyak buah lainnya.

Para peneliti menemukan pada 2011 bahwa makan sekitar 37 stroberi sehari dapat secara signifikan mengurangi komplikasi diabetes, seperti penyakit ginjal dan neuropati. Studi tersebut menunjukkan bahwa fisetin, flavonoid yang terkandung dalam banyak stroberi, mempromosikan kelangsungan hidup neuron yang tumbuh dalam kultur dan meningkatkan memori pada tikus sehat, bersama dengan pencegahan komplikasi ginjal dan otak pada tikus diabetes.

Kehamilan

Stroberi adalah sumber asam folat yang bagus. Asupan asam folat yang memadai sangat penting bagi wanita hamil untuk melindungi terhadap cacat tabung saraf pada bayi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB