Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Diabetes Bukan Penyebab Kematian

Ahad 20 Jan 2019 06:27 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penyakit Diabetes

Penyakit Diabetes

Foto: Blue Diamond Gallery
Pengobatan harus terus dilakukan meski penderita menganggap kadar gulanya normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini diabetes dianggap sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Tapi faktanya, penderita diabetes meninggal bukan karena diabetesnya melainkan penyakit komplikasi yang dipicu kadar gula darah berlebih dalam tubuh.

Sidartawan Soegondo mengatakan diabetes itu induk dari segala penyakit. Dari sini, seseorang bisa menderita penyakit lain seperti serangan jantung dan strok yang berujung pada kematian.

"Orang jarang meninggal karena diabetes, tapi orang meninggal karena komplikasi. Kalau pembuluh darah tersumbat bisa strok. Kalau tersumbat di jantung, bisa serangan jantung," ujar Sidartawan dalam peluncuran Elvansense di Jakarta, Sabtu (19/1).

Sidartawan menjelaskan tingkat gula darah seseorang harus dalam posisi normal. Tapi menurutnya, gula darah yang tinggi lebih baik dibanding yang rendah.

"Strok itu akibat dari gula darah yang terlalu rendah, dia bisa drop. Kalau orang sakit gula, mudah sekali kena paru-paru, muntah darah, itu semua akibat komplikasi," jelas Sidartawan.

"Orang jarang meninggal karena gula. Kalau terlalu rendah harus dipantau. Kita lebih senang gula darah tinggi daripada rendah. Kalau gula darah tinggi masih bisa jalan-jalan, kalau rendah dia pasti langsung off. Makanya dokter lebih takut yang rendah daripada tinggi. Tapi tidak boleh juga turun-naik, turun-naik," lanjutnya.

Sidartawan juga mengingatkan pengobatan gula darah atau diabetes harus terus dilakukan meski penderita merasa jika gula darahnya normal. "Sekali gula tetap gula. Diabetes bukan kayak sakit kepala yang sekali minum obat langsung sembuh. Dia akan terus minun obat sampai akhir hayat. Penderita penyakit gula juga tidak bisa tukar obat dengan pasien lain karena setiap orang berbeda dan target normalnya juga berbeda," kata Sidartawan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB