Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Hoaks dan Ujaran Kebencian Berdampak Psikologis

Sabtu 19 Jan 2019 01:58 WIB

Red: Esthi Maharani

Tersangka penyebar hoaks (ilustrasi)

Tersangka penyebar hoaks (ilustrasi)

Foto: Dok Republika.co.id
Psiko edukasi dan kampanye sebar cinta dan damai harus terus digaungkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  - - Hoaks dan ujaran kebencian yang marak beredar di media sosial tidak hanya bisa memprovokasi dan menimbulkan perpecahan, tapi juga berdampak buruk bagi psikologis, sosial, bahkan fisik masyarakat. Oleh karena itu, psiko edukasi dan kampanye sebar cinta dan damai di medsos seperti ajakan #HateFreeDay harus terus digaungkan.

"Hal ini diperlukan untuk menciptakan suasana aman, damai, dan nyaman, terutama pada tahun politik sekarang ini," kata psikolog anak dan keluarga, Maharani Ardi Putri, Jumat (18/1)

Ia mengatakan psiko edukasi bisa dilakukan dalam banyak hal yakni bisa melalui iklan layanan masyarakat, menggunakan brosur yang disebarkan atau diviralkan melalui medsos dan sebagainya. Jadi, menurut Maharani, hal-hal yang negatif itu juga harus dilawan dengan hal-hal yang positif.

"Kita juga harus lebih menonjolkan berita-berita baik sehingga masyarakat sadar masih banyak hal-hal baik daripada hal-hal buruk yang sudah mereka baca," katanya.

Menurut dia, hoaks dan ujaran kebencian di medsos menjadi masalah besar bagi bangsa ini. Ketika seseorang membaca berita hoaks secara psikologis akan terpengaruh, merasa kecewa, takut, dan benci terhadap orang yang dibicarakan dalam hoaks, padahal semuanya tidak benar. Lalu, untuk orang yang dibicarakan dalam berita hoaks itu bisa timbul perasaan malu, marah, bahkan traumatis.

"Jadi dampak psikologisnya bisa jadi pada orang yang dituju atau juga pada orang yang membaca berita hoaks tersebut," kata Maharani yang juga  dosen Fakultas Psikologi Universitas Pancasila ini.

Hoaks, lanjut Maharani, juga berdampak sosial. Ketika hoaks itu menjadi viral, apalagi ditimpali ujaran-ujaran kebencian, maka secara sosial perilaku yang bersangkutan pun ikut menjadi berubah. Tak hanya itu, katanya, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian juga memiliki dampak secara fisik, yaitu ketika orang menjadi merasa sedih dan depresi karena membaca informasi tersebut. Orang juga bisa kemudian takut untuk keluar rumah atau takut melakukan sesuatu karena berita-berita hoaks yang dia baca.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA